Tips & Trick

Tips Mengelola Keuangan Saat Mudik Lebaran

Mendekati hari Lebaran, biasanya Masyarakat Indonesia identik dengan budaya mudik atau pulang ke kampung halaman. Oleh sebab itu diperlukan perencanaan keuangan yang matang dan jangan sampai kegiatan mudik yang seharusnya digunakan untuk bersilaturahmi dengan keluarga, justru membuat kantong kita bolong.

Nah, apa saja yang perlu kita perhatikan dan rencanakan agar bisa berhemat saat mudik Lebaran? Tentu banyak hal yang perlu kita siapkan, mulai dari segi keuangan, barang bawaan, perjalanan, hingga kepulangan mudik. Sebelum keberangkatan, kita harus mempersiapkan segala sesuatunya agar tidak menghamburkan uang saat di perjalanan.

Untuk lebih hemat dalam perjalanan, sebaiknya kita harus memikirkan melalui transportasi apa. Apakah darat, laut atau udara? Ada baiknya, kita memanfaatkan fasilitas mudik gratis yang diberikan oleh pemerintah maupun perusahaan milik negara atau swasta. Namun jika memang ingin menggunakan uang sendiri untuk mudik, anda harus mempersiapkannya.

Jika lewat darat menggunakan kendaraan umum, baiknya jauh-jauh hari kita memesan tiket agar tidak kehabisan dan tentunya menghindari calo yang menjual tiket dengan harga tinggi. Namun apabila menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya cek dulu kondisi kendaraan agar nantinya tidak menghabiskan biaya perbaikan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Lalu, jika lewat transportasi laut, maka anda harus mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari tiket, fisik hingga obat-obatan, mengingat perjalanan melalui laut memakan jarak tempuh yang tidak sebentar. Bahkan ada pula yang memakan waktu hingga berhari-hari. Sedangkan jika anda ingin mudik melalui jalur udara, anda bisa memesan tiket pesawat jauh-jauh hari, lantaran biasanya saat jelang lebaran tiket pesawat sudah habis terjual.

Di sisi lain, bekal makanan dan minuman pun juga harus dipikirkan terlebih dahulu. Jangan terlalu berlebihan membawa makanan dan minuman, dan alangkah baik jika membawa sesuai dengan kebutuhan saat perjalanan saja. Selain menghemat, kita akan terlepas dari menyia-nyiakan bekal yang nantinya menjadi mubadzir. Begitu pula dengan bawaan pakaian, jangan membawa pakaian terlalu banyak yang nantinya akan menyusahkan kita di perjalanan. Bawa pakaian secukupnya saja, beberapa pasang pakaian formal, beberapa pasang pakaian harian dan pakaian muslim tentunya yang akan digunakan untuk sholat Ied dan bersilahturahmi.

Dalam perjalanan, tentunya banyak hal yang menggoda diri kita untuk membelanjakan sebagian dari uang kita bawa. Maka dari itu, sebisa mungkin kita harus menekan keinginan kita untuk berbelanja saat di perjalanan. Kecuali jika ada keperluan atau sesuatu yang sangat mendesak. Nah, sesampainya di lokasI, detik-detik menuju Hari Lebaran sudah semakin dekat. Biasanya, kita akan disibukkan oleh persiapan lebaran mulai dari membeli bahan makanan untuk disantap saat lebaran, membeli kue-kue kering hingga menyiapkan uang tempel untuk diberikan pada anak-anak kecil dan sanak saudara.

Memang tidak ada salahnya kita membagi rezeki pada yang lain, akan tetapi harus diingat bahwa kita tidak boleh terlalu royal dan harus memikirkan keuangan untuk perjalan pulang nanti. Selain akan merugikan diri sendiri, juga tidak baik dalam hal mendidik anak-anak. Berikan secukupnya dan sepantasnya, jangan melihat orang lain dalam hal membagi rezeki. Orang lain boleh memberikan lebih, karena memang rezekinya berlebih. Kita boleh memberikan tapi harus sesuai dengan kemampuan dan rezeki kita.

Selepas lebaran dan bertemua keluarga besar di kampung halaman, kita akan kembali pulang ke rumah. Dalam perjalanan kembali ke ibu kota sama halnya dengan apa yang kita lakukan untuk berhemat dengan saat persiapan. Perjalanan pulang biasanya kita cenderung untuk menyempatkan diri ke tempat oleh-oleh. Dalam membeli oleh-oleh belilah secukupnya dan sesuai dengan list oleh-oleh yang telah ditulis sebelumnya. Dengan demikian sesampainya di Ibu Kota, anda masih memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dibulan itu. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

1 hour ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

7 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

8 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

8 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

10 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

12 hours ago