Dana Kelolaan Mandiri Investasi Capai Rp53,4 Triliun di 2018
Jakarta – Berinvestasi adalah salah satu cara bagi setiap individu untuk meningkatkan asetnya. Dengan berinvestasi, masyarakat berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari dana atau aset yang tidak sedang digunakan.
Direktur Sales dan Produk Mandiri Manajemen Investasi Endang Astharanti mengungkapkan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memulai investasi. Langkah pertama adalah menentukan tujuan investasi dan kemampuan finansial. Dengan tujuan yang jelas, keuntungan pun dapat diperkirakan dengan jelas.
Langkah kedua adalah memilih produk investasi yang tepat. Saat ini, secara aset produk investasi dapat dibagi 3, yaitu Saham, Obligasi, dan Pasar Uang. Ada pula bentuk investasi lain seperti emas dan properti. Masing-masing intrumen investasi memiliki fluktuasi harga dan keuntungan yang berbeda beda.
Kemudian, langkah ketiga adalah dengan melakukan diversifikasi aset. Endang menyarankan agar tak hanya memilih salah satu produk investasi saja. Ia menyarankan untuk memilih beberapa produk investasi untuk memanfaatkan keuntungan dari produk yang berbeda.
“Diversifikasi aset sangat penting untuk mengatasi perubahan return. Sebaiknya, kita harus agile dan adaptif. Jangan terlalu fokus pada salah satu instrumen saja,” kata Endang via diskusi virtual, Rabu, 25 November 2020.
Lebih jauh, Endang menjelaskan bahwa tidak ada rumus atau formula tentang besaran jumlah investasi yang ideal. Ia menyebut setiap individu memiliki kebutuhan dan kemampuan finansial yang berbeda-beda. Untuk itu, ia menyarankan untuk memulai berinvestasi dengan mempertimbangkan kebutuhan finansial masing-masing. (*) Evan Yulan Philaret
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More