Jakarta— Pernahkah merasa sia-sia membuat resolusi tahun baru namun berakhir dengan kegagalan. Beberapa langkah ini bisa dicoba, agar resolusi tak lagi gagal.
Sudah masuk pertengahan 2023, tak terasa. Mungkin banyak dari kita yang sudah mempunyai resolusi baru di 2023 ini. Kamus Cambridge, mendefinisikan resolusi sebagai janji yang dibuat untuk diri sendiri dalam memulai sesuatu yang baik. Tentunya diikuti dengan menghentikan kebiasaan yang buruk. Dan hal ini biasanya dimulai dari awal tahun, sebut saja Januari.
Tentu kita semua paham, resolusi tahun baru pada dasarnya adalah sesuatu yang sangat penting. Karena merupakan janji pada diri sendiri.
Resolusi pada akhirnya dapat membuat setiap orang mempunyai arah kehidupan yang jelas melalui berbagai tujuan yang ingin dicapai. Tentu, setiap orang punya tujuan yang berbeda-beda dalam hidupnya, kan?
Namun, sayangnya, apa yang dijanjikan kepada diri sendiri di awal tahun seringkali mengalami kegagalan. Bahkan sebuah penelitian mengatakan resolusi hanya bertahan selama 3 bulan saja, sisanya dilupakan begitu saja dan baru akan diingat di awal tahun berikutnya lagi.
Tetapi sebenarnya ada beberapa langkah yang bisa dicoba agar resolusi tak lagi gagal seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini beberapa tipsnya.
1. Fokus pada beberapa hal saja
Jangan kebanyakan resolusi, fokuslah pada beberapa hal yang benar-benar penting saja.Maksimal 3 hal penting, misalnya perencanaan keuangan yang lebih teratur, pola hidup sehat dan lebih banyak berbuat baik.
2. Perencanaan yang baik
Mungkin dari awal harus ada perencaan yang jelas dan tentu langkah-langkah yang tepat menuju tujuan yang ingin dicapai.
Misalnya dalam hal perencaan keuangan. Ada target yang jelas berapa di tahun 2023 porsi tabungan, investasi dan pengeluaran lain, misalnya soal asuransi.
Atau barangkali, dikaji ulang lagi, apakah perlu menambah budget asuransi untuk proteksi kendaraan pribadi seperti mobil yang dimiliki saat ini.
Salah satu asuransi yang recommended adalah Tugu Insurance. Dengan memiliki asuransi kendaraan seperti t drive dari Tugu Insurance tentu tak perlu khawatir lagi karena t drive melindungi mobil secara menyeluruh dan dengan berbagai macam perluasan.
T drive dari Tugu Insurance preminya bahkan mulai dari Rp 33.000/bulan. Apalagi seperti yang kita ketahui, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Tentu masih banyak hal keuangan yang perlu direncakan secara baik termasuk langkah mewujudkan resolusi tersebut.
3. Mengantisipasi masalah
Dalam perjalanannya, pasti akan ada tantangan dan masalah yang dihadapi. Nah, sedari awalnya ada baiknya antisipasi masalah ini. Misalnya, penghasilan saat ini sudah diketahui dengan pasti. Nah, ada potensi resesi di 2023. Maka dari awal sudah dipikirkan untuk mencari penghasilan tambahan yang memungkinkan atau mengurangi budget tidak terlalu penting sejak awal.
4. Lakukan evaluasi berkala
Hal yang barangkali juga penting adalah melakukan evaluasi berkala. Misal melakukannya 3 bulan sekali. Evaluasi lagi tingkat keberhasilan dari resolusi yang sudah dijalani.Misal, bagaimana selama 3 bulan pertama, perencanaan keuangan yang sudah disusun. Apakah sudah berjalan dengan baik atau malah gagal. (*)
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More