Poin Penting
- KEK Industropolis Batang kembangkan dryport berbasis rel lewat kolaborasi KAI dan Pelindo
- Fasilitas dryport jadi pusat logistik dan gerbang ekspor-impor, tingkatkan efisiensi dan konektivitas
- Groundbreaking Juni 2026, proyek ditargetkan tekan biaya logistik dan dorong investasi.
Batang – PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang), memperkuat posisi sebagai hub industri dan logistik nasional. Perseroan akan segera mengembangkan dryport berbasis rel di KEK Industropolis Batang.
Langkah strategis itu ditandai penandatangan nota kesepahaman (MoU) pengembangan dryport di KEK Industropolis Batang, Selasa, 21 April 2026.
Kerja sama ini melibatkan PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pelabuhan Indonesia, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang.
Inisiatif ini mencerminkan akselerasi transformasi KEK Industropolis Batang sebagai simpul strategis industri dan logistik nasional. Ini juga sejalan dengan status sebagai KEK di sektor distribusi dan logistik.
Fasilitas dryport disebut akan meningkatkan efisiensi rantai pasok dan konektivitas kawasan industri. Fasilitas ini menjadi tulang punggung logistik, dengan integrasi kawasan industri dan jaringan pelabuhan laut serta distribusi darat.
Dryport Industropolis Batang akan berfungsi sebagai gerbang ekspor-impor bagi tenant sekaligus pusat konsolidasi logistik regional, yang mampu memangkas biaya distribusi dan waktu tempuh secara signifikan.
Dengan konektivitas langsung ke moda kereta api dan ekosistem pelabuhan, fasilitas ini akan mengurangi ketergantungan pada transportasi berbasis jalan, sekaligus mendorong sistem logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif.
Baca juga: KEK Industropolis Batang Gandeng JPEN Kembangkan EBT 180 MW
Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas 30 hektare dan memiliki kapasitas awal hingga 600.000–650.000 TEUs per tahun. Kapasitasnya berpotensi ditingkatkan hingga 1.000.000 TEUs seiring pertumbuhan kawasan dan permintaan pasar.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Ali Murtopo Simbolon, mengatakan, pengembangan dryport ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat sistem logistik nasional.
“Penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi dengan pelabuhan menjadi kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional. Inisiatif seperti di Industropolis Batang ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan solusi nyata bagi efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, 21 April 2026.
Sementara, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan, konektivitas berbasis rel akan menjadi game changer dalam sistem distribusi logistik. KAI siap mendukung penuh pengembangan dryport ini melalui penyediaan jaringan dan layanan angkutan barang berbasis rel yang andal, efisien, dan berkelanjutan.
“Integrasi antara kawasan industri dan jaringan kereta api akan memberikan nilai tambah signifikan bagi para pelaku industri,” tegasnya.
Bobby menegaskan bahwa proses groundbreaking pengembangan dryport ditargetkan dapat dimulai pada Juni 2026.
Selanjutnya, Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyebut dari sisi pelabuhan, keberadaan dryport akan memperkuat ekosistem pelabuhan nasional. Fasilitas ini akan menjadi perpanjangan dari layanan pelabuhan yang memungkinkan proses logistik dilakukan lebih dekat dengan kawasan industri.
“Ini akan meningkatkan efisiensi, mempercepat arus barang, dan memperkuat konektivitas dengan jaringan pelabuhan global,” timpalnya.
Di kesempatan sama, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengungkapkan proyek ini akan memberi dampak strategis bagi daerah. Tidak hanya meningkatkan daya tarik investasi di Batang, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kami optimistis, kehadiran infrastruktur logistik ini akan memberikan multiplier effect yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Baca juga: Lewat Industropolis Festival, KEK Batang Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Adapun Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, mengatakan pengembangan dryport menjadi bagian integral dari strategi besar kawasan. Pihaknya melihat kebutuhan akan sistem logistik yang terintegrasi sebagai faktor kunci dalam menarik investasi berkualitas.
“Dengan adanya dryport, KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi kawasan industri, tetapi juga pusat logistik terintegrasi yang siap bersaing di tingkat global,” kata Ngurah.
Pengembangan ini rencananya akan dilakukan bertahap. Mulai dari finalisasi konsep dan studi kelayakan di tahun ini. Selanjutnya pembangunan infrastruktur dan integrasi sistem pada 2027-2028, hingga tahap operasional dan ekspansi sesuai kebutuhan pasar. (*) Ari Astriawan


