Nasional

Timwas Haji DPR Minta Garuda hingga Saudi Airlines Konsisten Layani Jemaah

Jakarta – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Kawendra Lukistian meminta maskapai penerbangan, khususnya BUMN transportasi seperti Garuda Indonesia, termasuk Lion Air, dan Saudi Airlines untuk menjaga standar pelayanan baik saat keberangkatan maupun kepulangan usai musim haji.

“Sebagai mitra Komisi VI dan juga anggota Timwas Haji, kami memastikan kepada para mitra transportasi, khususnya Garuda Indonesia, bahwa kesiapan terbaik harus diberikan kepada jamaah haji. Mereka adalah tamu-tamu Allah, maka harus diberikan fasilitas terbaik agar ibadahnya nyaman dan khusyuk,” ujar Kawendra dinukil laman resmi dpr.go.id, Senin, 2 Juni 2025.

Ia menyebutkan, dalam rapat sebelumnya bersama Garuda Indonesia, DPR telah menekankan pentingnya ketepatan waktu, kenyamanan kursi, makanan selama penerbangan, serta penanganan bagasi jamaah.

Kawendra juga menyoroti pentingnya pelayanan yang ramah dan humanis dari awak kabin dan kru darat, mengingat sebagian besar jamaah haji adalah lanjut usia.

Baca juga : BPKH Usul Setoran Awal Ibadah Haji jadi Rp35 Juta

“Sejauh ini, laporan yang kami terima dari para mitra, alhamdulillah operasional berjalan on time. Ini penting untuk dijaga agar para jemaah tidak kecewa. Konsistensi dalam pelayanan adalah kunci,” tegasnya.

Pelayanan Transportasi Haji 2025

Diketahui, pada musim haji 2025, tiga maskapai utama ditunjuk untuk melayani keberangkatan dan kepulangan jamaah haji Indonesia, yaitu Garuda Indonesia, Saudi Airlines, dan Lion Air.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa dukungan transportasi untuk jemaah haji tahun ini dalam kondisi siap.

Garuda Indonesia telah menyiapkan 13 armada pesawat untuk melayani keberangkatan dan kepulangan dari Embarkasi Aceh, Medan, Solo, Balikpapan, Makassar, Lombok, dan sebagian Embarkasi Jakarta-Pondok Gede.

Tahun ini, Garuda Indonesia akan mengangkut 104.172 jamaah haji reguler dan petugas, yang tergabung dalam 287 kelompok terbang.

Sementara itu, Saudi Airlines akan menggunakan 16 armada pesawat untuk mengangkut 102.182 jamaah dan petugas dari Embarkasi Batam, Palembang, Jakarta-Bekasi, Kertajati, Surabaya, dan sebagian Embarkasi Jakarta-Pondok Gede.

Baca juga : Didongkrak Bisnis Haji, Pembiayaan Bank Mega Syariah Tembus Rp8,65 T per Maret 2025

Adapun, Lion Air menyiapkan 6 armada yang akan mengangkut 11.762 jemaah haji dan petugas dari Embarkasi Padang dan Banjarmasin .

Kesiapan tidak hanya dilakukan oleh maskapai penerbangan, namun juga oleh bandara embarkasi dan debarkasi. Secara total, akan ada 14 bandara yang menjadi lokasi embarkasi haji tahun ini.

Layanan Transportasi di Arab Saudi

Selain penerbangan, Kementerian Agama juga memastikan kesiapan layanan transportasi darat bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Layanan tersebut mencakup tiga area utama:

Transportasi Antar Kota: Melayani rute Madinah – Makkah, Jeddah – Makkah, Makkah – Jeddah, dan Makkah – Madinah.

Bus Shalawat: Mengantar dan menjemput jamaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Layanan ini beroperasi dalam dua fase, yaitu fase pertama dari 13 Dzulqa’dah hingga 5 Dzulhijjah, dan fase kedua dari 15 Dzulhijjah hingga 15 Muharram. Layanan dihentikan sementara selama masa Armina (5 – 15 Dzulhijjah) .

Transportasi Saat Puncak Ibadah Haji: Melayani pergerakan jamaah selama puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kawendra menambahkan bahwa pengawasan DPR tidak hanya dilakukan pada saat pemberangkatan, tetapi juga akan berlanjut hingga proses pemulangan jamaah ke Tanah Air. Ia berharap semua pihak yang terlibat, khususnya maskapai penerbangan, terus berkoordinasi dan responsif terhadap kebutuhan jemaah.

“Transportasi adalah awal dan akhir dari pengalaman ibadah haji mereka. Maka dari itu, layanan yang maksimal harus diberikan sejak dari tanah air sampai kembali ke rumah masing-masing,” tutupnya. (*)

Editor : Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

9 hours ago

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More

14 hours ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

17 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

22 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

22 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

24 hours ago