Moneter dan Fiskal

Tiket Pesawat Domestik Kian Mahal, Sri Mulyani: Bisa Pengaruhi Inflasi Daerah

Jakarta – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengeluhkan tingginya tarif tiket pesawat dalam negeri atau domestik yang kian memberatkan masyarkat. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan potensi pariwisata yang bakal berimbas pada perekonomian di daerah.

Anggota Komisi IV DPD RI Achmad Sukisman Azmy mendapatkan banyak keluhan di masyarakat daerah berupa mahalnya tiket pesawat domestik di sejumlah daerah.

“Kami di daerah pariwisata seharusnya menikmati lebih banyak keuntungan tetapi justru kami mendapatkan dampak yang kurang baik. Dilihat dari sisi harga tiket saja, ketika wisatawan banyak justru harganya sangat tinggi,” ujar Sukisman dalam rapat kerja DPD RI, dikutip, Rabu 12 Juni 2024.

Baca juga: BPS Sebut Indonesia Masih Alami Inflasi di Beberapa Barang Ini, Apa Saja?

Lebih lanjut, mahalnya tiket pesawat tersebut tentunya dapat menimbulkan inflasi, yang pada akhirnya berdampak kepada membengkaknya kebutuhan rumah tangga.

“Ini kan menyebabkan adanya inflasi. Otomatis kebutuhan rumah tangga pun meningkat cukup besar dan itupun akan dirasakan dampaknya oleh daerah-daerah wisata,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa dalam inflasi daerah, harga tiket pesawat memang menjadi faktor utama penyebabnya. Meski demikian, dari sisi regulasi kebijakan tarif pesawat merupakan wewenang dari Kementerian Perhubungan.

“Namun dari sisi regulasi tentu itu dari Kementerian Perhubungan yang nanti kami akan terus koordinasi selama ini, kalau itu menjadi salah satu faktor, Mendagri (Menteri Dalam Negeri) juga akan menyampaikan kepada menteri terkait,” jawab Menkeu.

Baca juga: Tekan Harga Tiket Pesawat, BNI Kolaborasi dengan Garuda dan Lion

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2024 sebesar 0,25 persen secara bulanan (mtm). Penyumbang inflasi terbesar pada April 2024 berdasarkan kelompok pengeluaran adalah transportasi dengan inflasi sebesar 0,93 persen mtm dengan andil 0,12 persen.

“Dengan komoditas penyumbang inflasi terbesar, yaitu tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,06 persen, tarif angkutan antarkota 0,03 persen, dan tarif kereta api 0,01 persen,” jelasnya,” ujar Amalia dalam Konferensi Pers, Kamis 2 Mei 2024. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

BRI Insurance Perkuat Unit Syariah untuk Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen

Poin Penting BRI Insurance memperkuat sektor syariah sebagai kontribusi mendukung target pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi… Read More

6 hours ago

Kasus Kredit Macet Sritex: Ironis, Kriminalisasi Bankir Ketika Kerugian Negara Belum Bisa Dihitung

Oleh Tim Infobank KREDIT macet tidak bisa masuk ranah pidana. Bahkan, dalam kesimpulan seminar Infobank… Read More

14 hours ago

Pameran Krista Interfood 2026 Tetap Digelar, Catat Lokasi dan Jadwal Terbaru

Poin Penting Krista Interfood 2026 dipastikan tetap digelar pada 4-7 November 2026 di NICE PIK… Read More

16 hours ago

Aset Kripto Makin Diminati, Pengguna Aktif PINTU Tumbuh 38 Persen di 2025

Poin Penting Pengguna aktif PINTU tumbuh 38% sepanjang 2025, didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi… Read More

20 hours ago

Cuaca Tak Menentu, Kinerja Fintech Lending Berpotensi Terganggu

Poin Penting Cuaca ekstrem dan bencana alam mendorong kenaikan risiko kredit fintech lending, tecermin dari… Read More

22 hours ago

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Poin Penting Bank Mandiri memperkuat peran sebagai agen pembangunan melalui dukungan terintegrasi UMKM, Bank Mandiri… Read More

22 hours ago