Tiga Fase Pengawasan Aset Kripto, OJK Pastikan Transisi Berjalan Mulus

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menerima pengalihan pengawasan perdagangan aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan pada 14 Januari 2025.

Terkait proses ini, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa terdapat tiga fase utama dalam peralihan tugas pengaturan dan pengawasan aset kripto.

Ketiga fase tersebut meliputi fase peralihan, pengembangan, dan penguatan.

Hasan menyebut bahwa selama tiga pekan terakhir, fase peralihan telah berjalan tanpa gangguan, baik dari pihak OJK maupun Bappebti.

“OJK juga terus mengajak gitu ya, teman-teman dari pedagang, dari SRO, untuk ikut hadir, dalam edukasi, sosialisasi. Semata-mata, untuk kembali, menguji, mengecek kesiapan kita, dalam memastikan, smooth-nya, atau lancarnya, peralihan itu,” ucap Hasan dalam Bulan Literasi Kripto di Jakarta, Senin, 3 Februari 2025.

Baca juga: Soal Peralihan Pengawasan Kripto dari Bappebti ke OJK, Begini Updatenya

Lebih lanjut, dalam fase pengembangan, OJK siap mengakomodasi berbagai aspek yang berkaitan dengan aset kripto, termasuk regulasi dan ruang pengembangan lainnya.

OJK juga telah menerbitkan surat penegasan atas persetujuan dari Bappebti, yang kini diakui dan dilanjutkan sesuai dengan regulasi perizinan di OJK terhadap tiga SRO, Bursa, Kliring, dan Kustodi sebagai tempat penyimpanan, serta 16 penyelenggara perdagangan aset kripto.

“Nah tentu ke depan bersama-sama, kita lakukan pengembangannya, kita identifikasi dan inventarisir sesegera mungkin, apa-apa yang menjadi ruang bertumbuh, dan berkembangnya industri aset kripto nasional,” imbuhnya.

Baca juga: Gak Lama Lagi Terbit, OJK Siapkan Pedoman Keamanan Siber untuk Aset Kripto

Adapun, dalam fase terakhir, Hasan berharap keberlanjutan dan inovasi dalam industri aset kripto nasional tetap menjadi prioritas utama.

“Pada tahap ini, tentu kita harapkan, aktivitas perdagangan, sudah harus berjalan dengan normal, dan bertumbuh dengan baik, tapi terus akan didukung, pengembangan-pengembangan produk, maupun layanan dan aktivitas baru, yang sesuai dan merespon kebutuhan masyarakat konsumen kita,” ujar Hasan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Cermati Fintech Group Adakan Mudik Bersama

Cermati Fintech Group menggelar program mudik gratis #MAUDIKBersama sebagai bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial… Read More

5 hours ago

Pemenang Anugerah Jurnalistik & Foto BTN 2026

Dari 1.050 karya yang dikirimkan pada Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 terpilih 6 pemenang… Read More

5 hours ago

BNI Dorong Nasabah Kelola Keuangan Ramadan Lewat Fitur Insight di wondr

Poin Penting BNI dorong nasabah kelola pengeluaran Ramadan lewat fitur Insight di aplikasi wondr by… Read More

7 hours ago

SIG Gandeng Taiheiyo Cement Garap Bisnis Stabilisasi Tanah

Poin Penting SIG dan Taiheiyo Cement bekerja sama mengembangkan bisnis soil stabilization di Indonesia. Teknologi… Read More

7 hours ago

Bank Saqu Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri

Poin Penting Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi “Awas Hantu Cyber” untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah dari… Read More

7 hours ago

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

14 hours ago