Tiga Faktor Ini Pengaruhi Keikutsertaan Pelaku Usaha Dalam Insentif Pajak

Jakarta – Pemerintah telah mengucurkan berbagai insentif perpajakan demi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Meskipun demikian, ternyata belum semua pelaku usaha memanfaatkan insentif-insentif yang diberikan oleh pemerintah.

Menanggapi hal ini, Arifin Rosyid bersama dua koleganya, Galih Ardin dan Tri Bayu Sanjaya dari Direktorat Jenderal Pajak membuat penelitian tentang keikutsertaan pelaku usaha dalam pemanfaatan insentif pajak. Hasilnya, ada tiga faktor utama yang mempengaruhi pelaku usaha dalam menggunakan insentif perpajakan.

“Terdapat tiga faktor yang berpengaruh terhadap keikutsertaan pelaku usaha. Pertama adalah jumlah pekerja, kedua adalah omzet tahunan, dan ketiga adalah pangsa pasar utama,” jelas Galih Ardin pada pemaparan virtualnya, Selasa, 31 Agustus 2021.

Galih menambahkan, semakin besar jumlah pekerja dan omzet yang dimiliki pelaku usaha akan meningkatkan kecenderungan untuk ikut serta dalam pemanfaatan program insentif pemerintah. Selain itu, pelaku usaha yang memiliki pangsa pasar ekspor juga memiliki kecenderungan tinggi untuk memanfaatkan insentif perpajakan

Hasil penelitian ini juga konsisten dengan responden yang tersebar di 6 pulau Indonesia. Pemateri memaparkan ada 12.361 responden yang diteliti dengan 70% nya atau 8.681 pelaku usaha berada di pulau Jawa.

Lebih jauh, pemateri menyarankan hasil analisis ini bisa membantu pengambilan keputusan regulator yang berbasis data. Selain itu, pemerintah juga bisa membuat segmentasi kelompok usaha lebih jauh lagi, sehingga penyaluran insentif akan semakin tepat sasaran. (*)

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

3 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

4 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

5 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

5 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

6 hours ago