Jakarta – Peningkatan tata kelola bank menjadi salah satu unsur penting dalam penguatan bank perekonomian rakyat (BPR) di masa mendatang. Langkah ini juga digiatkan oleh PT BPR Bank Bapas 69 (Perseroda) atau Bank Bapas 69.
“Bank Bapas terus memperkuat tata kelola bank, serta menjalankan kepatuhan terhadap regulasi-regulasi yang ditetapkan oleh regulator,” jelas Rohmad Widodo, Direktur Utama Bank Bapas 69.
Selain itu, Bank Bapas 69 juga terus berupaya meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah dan memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebagai bank milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Bank Bapas 69 tak hanya fokus pada pencapaian laba, namun juga harus maksimal dalam meningkatkan perekonomian daerah.
Untuk merealisasikan hal itu, bank ini membangun sinergitas yang baik dengan Pemkab Magelang dan stakeholders lainnya.
Baca juga: Aset BPR Naik Jadi Rp203,68 Triliun Meski Jumlah Bank Susut
“Alhamdulillah, Bank Bapas 69 masih menjadi leader dalam peer group BPR milik pemda. Salah satu keunggulan yang dimiliki dalam mempertahankan bisnisnya adalah kedekatan yang dijalin dengan masyarakat, terutama para pelaku UMKM khususnya sektor produktif. Kami berharap Bank Bapas 69 terus tumbuh dan bersinergi dengan Pemkab Magelang agar dapat terus melakukan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan memegang nilai nilai kearifan lokal,” terang Rohmad.
Tentu, sinergitas dan kepercayaan tidak datang begitu saja, namun didapatkan melalui layanan yang baik dan strategi yang tepat. Berbagai pengembangan dan inovasi terus diderapkan oleh bank ini sebagai upaya memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan nasabah.
Rohmad mengungkapkan, Bank Bapas 69 terus melakukan inovasi, baik berupa pengembangan teknologi informasi (TI) maupun inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
“Saat ini masih proses perizinan dengan regulator terkait penyelenggaran layanan yang bersifat digital. Kami juga berencana meluncurkan produk kredit kepemilikan emas, karena potensinya cukup besar,’’ jelas Rohmad.
Melalui sinergitas dan pengembangan yang dilakukan, Bank Bapas 69 terus tumbuh. Dari sisi funding, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dalam tiga tahun terakhir terus meningkat.
Pada 2022 jumlah DPK berada di angka Rp1,17 triliun, meningkat menjadi Rp1,30 triliun pada 2023, dan bertambah menjadi Rp1,32 triliun pada 2024.
Demikian pun dengan penyaluran kredit. Jika pada 2022 kredit yang diberikan berada di angka Rp964,29 miliar, pada 2023 kredit meningkat menjadi Rp1,00 triliun, dan meningkat lagi pada 2024 menjadi sebesar Rp1,06 triliun.
Dengan perkembangan yang ada, total aset pun terus merangkak naik. Jika pada 2022 aset baru mencapai Rp1,37 triliun, pada 2023 naik menjadi Rp1,51 triliun, dan meningkat lagi pada 2024 menjadi Rp1,54 triliun.
Baca juga: Berani Berubah, Kunci Sukses BPR Triastra Sejahtera
Bank Bapas 69 membukukan kinerja keuangan sangat bagus dalam tiga tahun terakhir. Capaian ini menda patkan apresiasi penghargaan The Finance Top 100 BPR 2025, yang diberikan oleh The Finance member of Infobank Media Group.
Tak hanya itu, Rohmad pun meraih penghargaan Top 10 CEO BPR dalam ajang yang sama.
“Penghargaan yang diberikan menjadi motivasi bagi Bank Bapas 69 untuk terus menghasilkan kinerja yang positif dan optimal. Sehingga keberadaan Bank Bapas 69 akan terus dirasakan manfaatnya oleh seluruh pihak,” jelas Rohmad. (*)
Poin Penting Askrindo menandatangani MoU dengan 20 biro travel di Jateng untuk memperluas perlindungan asuransi… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS stabil pada 23 Februari 2026, masing-masing di Rp3.047.000… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,12% ke level Rp16.868 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,77% ke level 8.335,84 pada awal perdagangan Senin (23/2/2026), dengan… Read More
Poin Penting IHSG pada perdagangan 23 Februari 2026 diproyeksi bergerak variatif cenderung menguat dengan support… Read More
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More