Categories: Market Update

Terus Meningkat, OJK Catat Investor Pasar Modal Indonesia Capai 8,62 Juta

Jakarta – Tren peningkatan jumlah investor tampaknya belum berhenti. Hingga April 2022, angka jumlah investor Indonesia kembali mencetak rekor terbarunya mencapai 8,62 juta investor menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Sobat OJK, tahukah kamu hingga 28 April 2022, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 8,62 juta investor. Jumlah ini meningkat 15,11% dari posisi akhir tahun lalu,” tulis OJK pada keterangan salah satu media sosialnya, dikutip 3 Juni 2022.

Jika dilihat sebarannya, investor pasar modal Indonesia didominasi oleh generasi milenial atau yang berusia kurang dari 30 tahun, dengan jumlah mencapai 60,29% dari total investor. Sedangkan investor dengan usia diatas 60 tahun menjadi yang paling sedikit dengan jumlah 2,74% dari investor.

Di sisi lain meski jumlahnya banyak, nilai aset investor milenial masih tergolong cukup rendah di antara kelompok usia lainnya dengan total nilai Rp52,18 triliun. Sementara nilai aset tertinggi berada pada kelompok dengan jumlah investor paling sedikit yaitu usia 60 tahun ke atas dengan nilai aset mencapai Rp566,04 triliun.

Peningkatan jumlah investor pasar modal ini menjadi salah satu tanda yang baik bagi perekonomian Indonesia. Ini artinya angka kaum muda yang melek investasi saat ini semakin banyak dan tentunya akan berkontribusi dengan baik terhadap perekonomian.

Lebih jauh, OJK menghimbau para investor, terutama pemula untuk hati-hati dalam berinvestasi. Salah satu himbauan tersebut adalah untuk mempelajari dan memahami instrumen produk, dan teknik berinvestasi di Pasar Modal.

Kemudian, jangan mudah terbujuk rayuan atau janji-janji fix returned, pastikan legalitas produk dan izin usaha penyedia jasa keuangannya, gunakan dana lebih di luar kebutuhan pokok maupun dana cadangan darurat, jangan berinvestasi menggunakan pinjaman apalagi pinjaman online ilegal, ingat investasi bisa untung dan rugi, dan jangan lupa lakukan diversifikasi investasi. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Evan Yulian

Recent Posts

QRIS Bisa Dipakai di Tiongkok-Korsel Mulai Kuartal I 2026

Poin Penting BI menargetkan QRIS dapat digunakan di Tiongkok dan Korea Selatan pada kuartal I… Read More

1 hour ago

BI Ramal Ekonomi Global 2026 Tumbuh Melambat ke Level 3,2 Persen

Poin Penting BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia 2026 melambat ke level 3,2 persen, lebih rendah… Read More

2 hours ago

Artajasa dan Ant International Jalin Kemitraan Global Pembayaran Digital

Poin Penting Artajasa–Ant International teken MoU untuk memperkuat integrasi pembayaran lintas negara, inovasi mobile berbasis… Read More

3 hours ago

Bos BI: Kredit Nganggur Bank Masih Tinggi, Tembus Rp2.439,2 Triliun

Poin Penting Kredit yang belum dicairkan mencapai Rp2.439,2 triliun atau 22,12 persen dari plafon kredit… Read More

3 hours ago

Sesuai Perkiraan, Kredit Perbankan Tumbuh 9,69 Persen Sepanjang 2025

Poin Penting Kredit perbankan 2025 tumbuh 9,69 persen (yoy), masih dalam kisaran target BI 8–11… Read More

3 hours ago

Di AI Pre Summit 2026, Indonesia dan India Bahas Pengembangan Ekosistem AI Inklusif

Poin Penting Indonesia-India dorong ekosistem AI inklusif dan beretika melalui kerja sama strategis. AI diposisikan… Read More

3 hours ago