Poin Penting
- Tugu Insurance membukukan laba bersih Rp711,06 miliar pada 2025, didorong peningkatan kualitas underwriting dan portofolio selektif.
- Pendapatan jasa asuransi naik 22,12% menjadi Rp9,11 triliun, sementara hasil jasa asuransi melonjak 39% menjadi Rp1,0 triliun.
- Implementasi PSAK 117 meningkatkan transparansi kinerja, dengan posisi keuangan tetap kuat dan RBC mencapai 410,9%.
Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) mencatat kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp711,06 miliar.
Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, mengatakan bahwa pertumbuhan laba perseroan didorong oleh peningkatan kualitas underwriting dan optimalisasi portofolio bisnis yang lebih selektif.
“Sepanjang 2025, kami mencatatkan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp9,11 triliun, meningkat 22,12 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Adi dalam Media Gathering di Jakarta, Jumat, 10 April 2026.
Baca juga: Hasil Investasi Tugu Insurance Melonjak 61,2 Persen di 2025, Ini Pendorongnya
Kinerja tersebut didukung oleh optimalisasi portofolio pada lini bisnis asuransi fire & property, offshore, dan aviation.
Tak hanya dari sisi top line, profitabilitas perusahaan juga tecermin dari lonjakan hasil jasa asuransi yang naik signifikan 39 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1,0 triliun.
Menurut Adi, pertumbuhan tersebut menunjukkan strategi underwriting yang lebih disiplin mulai memberikan hasil nyata terhadap bottom line perseroan.
PSAK 117 Perkuat Transparansi Kinerja
Implementasi PSAK 117 turut menjadi faktor penting dalam membentuk profil kinerja Tugu Insurance yang lebih transparan dan berbasis nilai ekonomi.
Standar akuntansi baru tersebut mengubah pendekatan pengakuan pendapatan dan beban sehingga profitabilitas perusahaan kini dinilai lebih merepresentasikan kondisi ekonomi yang sesungguhnya.
Baca juga: Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis
Dari sisi permodalan, Tugu Insurance juga mempertahankan posisi keuangan yang kuat. Total aset perseroan tercatat sebesar Rp27,71 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp10,17 triliun.
“Dengan Risk Based Capital (RBC) pada level 410,9 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulasi sebesar 120 persen,” tambah Adi. (*) Alfi Salima Puteri




