Teknologi

Teknologi Digital Tak Terelakkan di Bidang Finansial

Jakarta – Di era yang serba canggih seperti saat ini, ruang untuk manualisasi semakin menipis. Proses manual yang membutuhkan tenaga banyak, kini digantikan oleh hanya sentuhan jari. Segala sektor, tanpa terkecuali perbankan, berlomba-lomba menghadirkan layanan yang hanya berlandaskan sentuhan jari tersebut.

Tren bank digital atau neo bank pun makin keras saja gaungnya, meskipun dari sisi kinerja belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Namun demikian, tren digitalisasi pada industri perbankan tetaplah menjadi bola salju yang terus bergulir kencang dan makin tebal setiap kali ia berguling. Hal tersebut tidaklah mengherankan. Studi dari Google, Bain dan Temasek mencatat bahwa di Indonesia, ada 21 juta konsumen digital baru selama pandemi pada tahun 2020 dan paruh pertama tahun 2021. Para konsumen digital baru ini diprediksi akan menetap, di mana 96% konsumen saat ini telah menggunakan layanan digital dan 99% konsumen berencana akan terus menggunakan layanan digital.

Tren layanan finansial berbasis digital pun naik secara pesat. Hal tersebut tidaklah mengherankan. Studi dari Google, Bain dan Temasek mencatat bahwa di Indonesia, ada 21 juta konsumen digital baru selama pandemi pada tahun 2020 dan paruh pertama tahun 2021. Para konsumen digital baru ini diprediksi akan menetap, di mana 96% konsumen saat ini telah menggunakan layanan digital dan 99% konsumen berencana akan terus menggunakan layanan digital. 

Salah satu layanan digital  dari Standard Chartered yang inovatif adalah Standard Chartered nexus. Standard Chartered nexus adalah sistem yang membuat digital platforms seperti e-commerce, sosial media, atau ride hailing dapat menyediakan layanan pinjaman, kartu kredit, dan akun tabungan yang dibuat dan dioperasikan oleh Standard Chartered untuk konsumen. Namun, semua fitur perbankan tersebut tetap berada di bawah nama brand platform digital tersebut. Konsep ini dinamakan Banking-as-a-service, yang mana layanan perbankan tidak hanya ditujukan ke nasabah langsung tapi juga dijadikan layanan untuk mitra dalam meningkatkan penawaran layanan makin holistik di platform mereka.

Standard Chartered nexus yang dirilis di tahun 2020 ini telah menggandeng dua platform digital besar Tanah Air, yakni Bukalapak dan Sociolla. Kedua mitra tersebut kini sedang bekerja sama dengan Standard Chartered untuk meluncurkan layanan perbankan digital di platform mereka masing-masing

Di samping itu, Standard Chartered Indonesia juga telah merilis sistem pembayaran Straight to Bank Pay (S2B Pay) untuk membantu korporasi mendigitalisasi proses pengumpulan pembayaran dan manajemen kas mereka.

Seiring dengan visi Bank Indonesia untuk mendigitalisasi infrastruktur sistem pembayaran, sistem S2B Pay Standard Chartered membuat korporasi dapat mendigitalisasi proses penarikan uang dengan bank sebagai gerbang digital global tunggal untuk melakukan penagihan dana dengan berbagai metode dan di seluruh saluran penjualan perusahaan, termasuk penjualan online (eCommerce), penjualan melalui aplikasi seluler (mCommerce), pembayaran secara digital saat pengiriman/di dalam toko, tautan pembayaran, penyajian tagihan, dan penagihan berbasis faktur.

Di lini penyaluran kredit melalui jalur digital, Standard Chartered telah bekerja sama dengan Kredivo, platform kredit digital terkemuka dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. kemitraan ini membantu Bank untuk mendorong inklusi keuangan yang lebih besar di masa pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi, melalui penyediaan akses layanan kredit yang mudah, serta mendorong pertumbuhan e-commerce dan merchant offline.

Jangkauan peritel yang luas dan kapabilitas penilaian kredit berbasis artificial intelligence Kredivo yang kuat, serta keahlian perbankan ritel Standard Chartered yang mendalam sebagai salah satu bank tertua dengan kehadiran lebih dari 150 tahun di Indonesia  memungkinkan konsumen untuk dapat menikmati proses aplikasi kredit dan pengalaman yang sepenuhnya digital, tanpa persyaratan verifikasi tatap muka.

Tidak hanya dengan menggulirkan layanan-layanan berbasis digital terkini, Standard Chartered juga telah mengimplementasikan teknologi digital canggih seperti robotik,  machine learning, dan big data analytics, untuk mentransformasi model operasi bisnisnya, sehingga lebih efisien dan efektif.   

Implementasi teknologi di belakang layar ini merupakan bentuk transformasi berkelanjutan Bank untuk merespon dinamika dan kebutuhan nasabah yang terus berkembang, khususnya di era digital ini. Masyarakat masa kini menuntut layanan finansial mereka untuk lebih cepat, aman, mudah dan andal. Bahkan menurut survei yang dilakukan Standard Chartered di 2020, 80% orang Indonesia ingin sepenuhnya bertransisi ke cashless di 2025.  Oleh karena itu, layanan operasional bank yang berbasis digital yang mumpuni menjadi keharusan agar bank seperti Standard Chartered dapat terus relevan bagi khalayak publik, serta mampu menumbuhkan usahanya dengan semakin efisien. (*) Steven

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

5 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

6 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

7 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

12 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

13 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

13 hours ago