Oleh Togi B. Girsang, Praktisi Manajemen Risiko, Tata Kelola, dan Kepatuhan
DI sebuah ruko kecil, di Jalan Bambu, Medan Timur, saya menemukan makanan tradisional yang dimasak seorang ibu dengan pengalaman memasak puluhan tahun. Makanan yang dimaksud adalah kolak pisang. Kolak pisang ini diracik dengan kombinasi pisang kepok, santan, gula merah, air, daun pandan, dan bumbu spesial tentunya.
Singkat cerita, setiap kali kolak itu dituangkan ke dalam mangkuk, kuahnya selalu terlalu penuh. Alhasil, setiap pramusaji mengentakkan kaki saat membawa kolak selalu menghasilkan guncangan sehingga saat dihidangkan selalu ada tumpahan kuah ke tatakan, bahkan tidak jarang menetes ke lantai.
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More