PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) mengumumkan bakal melangsungkan Penawaran Umum Perdana Saham initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 24 Juni 2025. (Foto: Khoirifa)
Jakarta – PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) menargetkan pertumbuhan kinerja sebesar 10–15 persen pada 2025, seiring dengan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
“Yes, target kita sih ya kita berharap kita bisa mendapatkan pertumbuhan gitu kan di tahun 2025 ini. Dari kita compare dengan tahun 2024. Kita masih punya tugas nih ya setengah, 1 semester lagi lah ya untuk mengejar ini gitu. Targetnya pertumbuhannya 10 sampai 15 persen juga oke,” ujar Direktur PSAT, Wendi Arifin usai konferensi pers, di Jakarta, 24 Juni 2025.
Meski optimistis, Wendi mengakui bahwa sebagai perusahaan pelayaran dan pengangkutan batubara, PSAT tetap menghadapi tantangan dari fluktuasi harga komoditas global—terutama batubara yang dikenal bersifat siklikal.
Baca juga: Pancaran Samudera Transport Mau IPO, Tawarkan Saham ke Publik dan Karyawan, Ini Rinciannya
Saat harga batubara berada dalam tren positif, PSAT akan mendapat dorongan kinerja. Namun, ketika harga mengalami tekanan, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.
“Namun, apa yang kita lakukan adalah menjaga servisnya, sehingga kita bisa memberikan pelayanan yang excellent kepada customer-customer kita. Sehingga kita bisa berpartner, bekerja sama dengan baik, di masa yang sulit kita bisa bertahan, dan di masa yang baik kita bisa mendapatkan pertumbuhan,” imbuhnya.
Adapun saat ini PSAT tengah menjalani proses IPO, dengan rencana melepas sebanyak-banyaknya 222.353.000 lembar saham atau setara maksimal 15,00 persen dari total modal yang ditempatkan.
Baca juga: Ini Alasan PSAT Patok Harga IPO di Rentang Rp850-900 per Saham
Perseroan menetapkan harga IPO di kisaran Rp850-900 per saham. Dengan rentang tersebut, PSAT diperkirakan akan meraup dana segar hingga sekitar Rp200 millar. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More