Bandung–Rencana menjadikan Tanjung Priok pelabuhan tandingan Singapura, kian mendekati kenyataan. PT Pelindo II sebagai pengelola pelabuhan Tanjung Priok optimistis tahun 2017 mekanisme pengapalan internasional langsung sudah dapat diimplementasikan.
Baca juga: IPO 3 Perusahaan, Pelindo II Target Raih Rp4 Triliun
“Kita targetkan kuartal kedua tahun ini,” kata Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) Elvyn G. Massasya di Hotel Hilton Bandung, Jumat, 3 Februari 2017.
Priok selama ini hanya berfungsi sebagai pelabuhan hub dalam negeri. Seluruh kapal yang berada di Indonesia dan hendak melakukan kegiatan ekspor impor terlebih dahulu transit di Tanjung Priok dan lanjut ke Singapura untuk melakukan pemindahan barang (transhipment) ke kapal yang lebih besar sebelum berlayar kembali ke daerah tujuan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Manfaat dari berfungsinya Priok sebagai hub internasional dikatakan Elvyn dapat mengurangi biaya pengapalan selama ini yang ‘dipaksa’ transit ke Singapura. Rata-rata kata Elvyn nantinya pemilik kapal dapat menghemat 1 hingga 1,5 juta rupiah per kontainer. Selain itu memangkas waktu. “Juga ada kebanggaan nasional,” tambah Elvyn.
Baca juga: Pelindo II dan JIEP Siapkan Pelabuhan Syariah
Kata Elvyn dalam paparannya depan media dalam media gathering Pelindo II, selama ini Priok belum mampu menyaingi Singapura karena kedalaman laut Priok belum mampu menampung kapal berkapasitas sangat besar serupa Singapura. Namun, setelah penyelesaian beberapa hal teknis kapal besar dapat merapat.
“Terlebih kita butuh dukungan pemerintah agar semua kapal dari pelabuhan lain bisa transit ke Priok,” ujar Elvyn.
Selain Priok, rencananya ada tiga pelabuhan di Indonesia yang akan menjadi hub internasional, yaitu Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Bitung. Namun, dua pelabuhan tersebut masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. (*) Akhmad Dani


