Poin Penting
- Ancaman ransomware terhadap industri perbankan terus meningkat seiring percepatan transformasi digital sektor keuangan
- Synology mendorong bank memperkuat ketahanan data melalui strategi backup modern berbasis prinsip 3-2-1-1-0
- Solusi backup dengan fitur immutable dan air-gapped dinilai penting untuk membantu perbankan menghadapi serangan siber dan memenuhi regulasi.
Jakarta – Ancaman ransomware terhadap sektor keuangan terus meningkat. Bahkan, telah menjadi salah satu risiko siber paling kritis yang dihadapi institusi perbankan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Seiring percepatan transformasi digital, bank dituntut memperkuat sistem perlindungan data agar tetap aman dari serangan siber yang semakin kompleks.
Perusahaan penyedia solusi manajemen data dan infrastruktur penyimpanan, Synology, menilai pendekatan backup konvensional seperti tape backup sudah tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman ransomware saat ini.
“Industri perbankan perlu beralih ke strategi perlindungan data yang lebih proaktif dan terintegrasi,” jelas Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology dikutip 7 Mei 2026.
Baca juga: Era AI Bawa Tantangan Baru bagi Pelaku Bisnis di Indonesia
Dia melanjutkan, fokus utama kini bukan hanya memastikan data memiliki cadangan, melainkan memastikan backup tersebut aman, terisolasi, dan dapat dipulihkan dengan cepat saat terjadi serangan.
Synology mendorong penerapan prinsip backup 3-2-1-1-0, yakni tiga salinan data, dua jenis media berbeda, satu salinan offsite, satu salinan immutable atau air-gapped, serta nol error dalam proses verifikasi data.
“Pertanyaannya bukan lagi sekadar ‘apakah kita punya backup?’, kini menjadi ‘apakah backup kita benar-benar aman, terisolasi, dan bisa dipulihkan dengan cepat saat dibutuhkan?’,” jelas Clara.
Untuk mendukung kebutuhan industri keuangan, Synology menyediakan berbagai solusi yang dapat disesuaikan dengan skala institusi, mulai dari Bank Perekonomian Rakyat (BPR) hingga bank nasional.
Baca juga: Serangan Siber Berbasis AI Makin Ganas, Ini yang Harus Dilakukan Industri Perbankan
Solusi tersebut mencakup NAS terintegrasi, dedicated backup appliance, hingga sistem penyimpanan berskala besar dengan fitur immutable dan air-gapped.
Selain itu, pendekatan on-premises yang ditawarkan dinilai dapat membantu industri memenuhi ketentuan regulator, termasuk standar kepatuhan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, karena seluruh infrastruktur dan data tetap berada dalam kendali institusi. (*)


