Poin Penting
- Kirgizstan resmi meluncurkan Tamchy SFIT sebagai pusat keuangan internasional baru untuk menarik investasi global dengan regulasi berbasis English Common Law
- Tamchy SFIT menawarkan insentif investasi berupa pajak 0 persen selama 49 tahun, kepemilikan asing 100 persen, dan kebebasan repatriasi keuntungan
- Hingga 2035, Tamchy SFIT menargetkan 4.000 perusahaan, 10.000 lapangan kerja, serta kontribusi ekonomi sekitar USD20 miliar bagi Kirgizstan.
Jakarta – Presiden Republik Kirgizstan, Sadyr Japarov, resmi meluncurkan Tamchy Special Financial Investment Territory (SFIT), kawasan yurisdiksi keuangan internasional baru yang berlokasi di tepi Danau Issyk-Kul.
Kehadiran Tamchy SFIT diharapkan menjadi magnet baru bagi investasi global sekaligus memperkuat posisi Kirgizstan sebagai pusat keuangan internasional di kawasan Eurasia.
Pada tahap awal, sejumlah perusahaan asal Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Swiss, dan Kazakhstan telah bergabung sebagai penghuni pertama Tamchy SFIT.
Selain itu, sebanyak 20 perusahaan dari berbagai negara masih menjalani proses untuk memperoleh status sebagai penghuni kawasan tersebut.
“Perubahan ekonomi global mendorong kebutuhan akan pusat-pusat bisnis baru yang mampu menghadirkan standar internasional, kebebasan berinovasi, serta kepastian bagi investasi jangka panjang. Tamchy SFIT merupakan proyek nasional sekaligus jawaban kami terhadap kebutuhan pelaku usaha global,” jelas Presiden Sadyr dikutip 5 Juli 2026.
Baca juga: Pemerintah Siapkan KEK Kura Kura Bali jadi Pusat Keuangan Internasional
“Kami membangun pusat keuangan ini dari awal dengan sistem peradilan yang independen, regulator modern, serta regulasi yang konsisten dan tidak berubah mengikuti tren sesaat. Saya yakin Tamchy SFIT akan membuka babak baru dalam sejarah Kirgizstan,” tambahnya.
Tamchy SFIT mengadopsi prinsip English Common Law sebagai dasar hukum, didukung regulator keuangan independen, International Dispute Resolution Centre, serta sistem registrasi digital terpadu (single-window digital registrar).
Kawasan ini juga menawarkan berbagai insentif bagi investor, mulai dari tarif pajak 0 persen atas laba perusahaan, dividen, capital gain, dan PPN selama 49 tahun.
Selain itu, investor asing diperbolehkan memiliki kepemilikan hingga 100 persen serta memperoleh kebebasan dalam melakukan repatriasi keuntungan.
Berdiri di atas lahan seluas sekitar 6.000 hektare, Tamchy SFIT telah memiliki pusat bisnis yang beroperasi penuh. Sementara itu, pembangunan hotel dan kawasan hunian masih terus berlangsung.
Lokasinya juga dinilai strategis karena berada dalam jarak berjalan kaki dari Bandara Internasional Issyk-Kul.
“Kawasan ini dirancang mengacu pada standar internasional terbaik, berlandaskan English Common Law, serta memiliki posisi strategis di persimpangan lima negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) dan koridor Eurasia. Tamchy SFIT menghadirkan yurisdiksi yang netral, independen, dan dirancang untuk keberlanjutan jangka panjang,” ujar Ali Ijaz Ahmad, First Deputy Chairman of the Tamchy SFIT Management Council.
Salah satu perusahaan yang langsung memutuskan beroperasi di Tamchy SFIT adalah Serim. CEO Serim, Seo Dong Hyun, menilai kepastian hukum dan kredibilitas regulasi menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan investasi.
“Kepastian hukum dan kepercayaan terhadap sistem regulasi merupakan fondasi bagi investasi jangka panjang. Prinsip-prinsip inilah yang menjadi dasar pendirian Tamchy SFIT. Hal yang sangat menonjol adalah proyek sebesar ini dapat diwujudkan hanya dalam satu tahun, lebih cepat dibandingkan yurisdiksi mana pun yang saya ketahui. Hari ini, saya mendaftarkan perusahaan induk keluarga saya di sini. Bagi saya, ini bukan investasi untuk hitungan tahun, melainkan untuk generasi mendatang,” ungkap Seo.
Baca juga: Muliaman Jabarkan 5 Hal Jadikan RI Pusat Keuangan Syariah
Hingga 2035, Tamchy SFIT menargetkan mampu menarik sekitar 4.000 perusahaan untuk beroperasi di kawasan tersebut dan menciptakan lebih dari 10.000 lapangan kerja.
Selama periode 2026–2035, kawasan keuangan internasional ini diproyeksikan memberikan kontribusi sekitar USD20 miliar terhadap perekonomian Kirgizstan. (*)


