Poin Penting
- ZONE menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 10-15 persen pada 2026.
- Penjualan online tumbuh 85 persen pada kuartal I-2026 dan berkontribusi 37 persen terhadap total penjualan.
- Laba bersih kuartal I-2026 naik 29,51 persen menjadi Rp27,24 miliar, didukung pertumbuhan penjualan yang kuat.
Jakarta – PT Mega Perintis Tbk (IDX: ZONE) menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10-15 persen pada 2026. Target tersebut telah mempertimbangkan berbagai tantangan yang diperkirakan masih membayangi industri ritel fesyen sepanjang tahun ini.
“Secara persentase, kami merencanakan pertumbuhan 10-15 persen, baik dari sisi pendapatan maupun laba”, terang Luki Rusli, Direktur Mega Perintis, dalam Public Expose perseroan, Rabu, 3 Juni 2026.
Baca juga: ZONE Bukukan Laba Rp27,25 Miliar di Kuartal I 2026, Naik 29,5 Persen
Menurutnya, salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kinerja perusahaan adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan tekanan terhadap biaya operasional maupun pengadaan produk.
Andalkan Efisiensi untuk Hadapi Pelemahan Rupiah
Meski demikian, manajemen mengaku telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga kinerja di tengah kondisi yang menantang.
Perseroan akan terus meningkatkan kualitas layanan, produktivitas, serta efisiensi operasional guna mengurangi dampak negatif dari pelemahan kurs.
“Manajemen juga terus meningkatkan inovasi dan improvement, termasuk operational excellence dan efisiensi di seluruh bidang. Sehingga, kenaikkan kurs dollar ini bisa tersubsidi dari productivity yang tinggi dan efisiensi,” jelasnya.
Baca juga: Pentingnya Buffer Zone, Bahayanya Tinggal di Sekitar Obvitnas
Luki menegaskan bahwa perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan strategi bisnis, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik.
“Manajemen tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan strategi bisnis di tengah tantangan ekonomi global dan kondisi geopolitik saat ini,” tegas Luki.
Perkuat Kanal Digital dan Ekspansi Toko
Untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini, ZONE menyiapkan sejumlah strategi bisnis, mulai dari penambahan dan peremajaan toko ritel hingga penguatan kanal penjualan online.
Perseroan juga akan meningkatkan kolaborasi dengan influenser serta menghadirkan berbagai program promosi pada momen-momen tertentu guna mendorong penjualan.
Kanal penjualan online menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama perusahaan. Pada kuartal I-2026, penjualan daring tumbuh 85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Pelanggan GoWork Kini Bisa Transaksi Lewat CashlezOne
Kontribusi penjualan online terhadap total penjualan perusahaan juga terus meningkat dan kini mencapai sekitar 37 persen.
Dengan berbagai strategi tersebut, manajemen optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan laba bersih dua digit hingga akhir tahun.
Laba Bersih 2025 Melonjak Hampir 98 Persen
Sepanjang 2025, ZONE mencatat kinerja yang solid dengan laba bersih mencapai Rp13,92 miliar atau melonjak 97,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan laba didukung oleh pertumbuhan penjualan konsolidasian sebesar 2,57 persen menjadi Rp726,56 miliar. Sementara itu, beban pokok penjualan hanya naik 1,50 persen menjadi Rp352,60 miliar.
ZONE juga mencatat rasio keuangan yang positif di periode tersebut. Masing-masing Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) berada di posisi 1,8 persen serta 3,6 persen. Current ratio sebesar 1,65 persen, dan persentase net margin mencapai 1,9 persen. Debt to Equity Ratio (DER) juga masih berada di angka 0,98 persen.
Momentum tersebut mampu dipertahankan hingga kuartal-I 2026. Di periode ini, ZONE mampu mencatat penjualan 47,66 persen (yoy) menjadi Rp398,78 miliar. Hasilnya, laba bersih naik 29,51 persen (yoy) dari Rp21,03 miliar di Q1- 2025 jadi Rp27,24 miliar pada Q1-2026. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


