Surya Semesta Internusa Siapkan Capex Rp1,3 Triliun di 2024, Buat Apa Saja?

Jakarta – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menyatakan bahwa telah sepakat untuk menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di 2024 sebesar Rp1,3 triliun.

Hal itu diungkapkan oleh VP Head of Investor Relation and Corporate Communication SSIA, Erlin Budiman, dalam Paparan Publik secara virtual di Jakarta, 15 Desember 2023.

“Jadi untuk capex 2024 kita sudah sepakat menganggarkan Rp1,3 triliun, di mana Rp1 triliun kita anggarkan untuk subang lend dan juga lend acquisition dan sisanya untuk hospitality Rp250 miliar,” ucap Erlin.

Baca juga: Surya Semesta Internusa Raup Pendapatan Rp3,02 T di Kuartal III 2023, Ini Penopangnya

Direktur SSIA, The Jok Tung, menambahkan bahwa sumber capex tersebut berasal dari refinancing utang dari IFC (International Finance Corporation) ke Bank BCA dan PT SMI sebesar Rp1 triliun yang dilakukan pada November.

“Ammountnya basically bertambah dari sekitar Rp1 triliun jadi Rp1,5 triliun jadi dari sana kita ada fresh fund sekitar Rp500 miliar plus sisanya of course dari internal,” ujar The Jok Tung dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Bukit Asam Sudah Realisasikan Capex 1,1 T di Kuartal III-2023

Adapun, The Juk Tong menyoroti sentimen makro ekonomi di global maupun di Indonesia diperkirakan tidak akan menjadi kendala bagi kinerja SSIA di 2024. Hal ini disebabkan oleh adanya sentimen The Fed yang akan menurunkan tingkat suku bunganya dan juga tahun pemilihan umum (Pemilu) tahun depan.

“Di luar dari itu ya terjadi sedikit perang dagang antara AS-China, kita harapkan ada spillover investasi China masuk ke Indonesia dan itu sudah kita lihat lumayan ada beberapa yang bisa jadi potensial customer untuk Subang jadi kita harapakan sih tahun depan bisa menjadi lebih baik lagi,” imbuhnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

7 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

7 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

8 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

14 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

14 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

15 hours ago