Poin Penting
- Penggunaan bank digital semakin meningkat untuk transaksi harian seperti QRIS, top up e-wallet, dan belanja online.
- Survei Ipsos menunjukkan integrasi dengan ekosistem digital menjadi faktor utama pilihan pengguna bank digital.
- SeaBank, Bank Jago, dan Neobank menjadi bank digital yang paling banyak dipilih untuk mendukung transaksi sehari-hari.
Jakarta – Penggunaan bank digital di Indonesia terus berkembang dan semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari pengisian saldo dompet digital, pembayaran QRIS, hingga belanja online.
Perkembangan tersebut turut memperkuat peran bank digital yang tidak sekedar menjadi tempat menyimpan dana, melainkan platform terintegrasi untuk mendukung berbagai aktivitas transaksi digital.
Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi pembayaran digital di Indonesia terus tumbuh pesat, dengan volume yang telah mencapai 14,28 miliar transaksi pada triwulan I 2026.
Pertumbuhan juga terjadi di berbagai kanal, termasuk mobile dan internet banking, serta QRIS yang meningkat signifikan secara tahunan sebesar 116,45 persen (yoy).
Baca juga: Simak! Ini Jadwal Operasional BCA saat Libur dan Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus 2026
Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla mengatakan, pengguna kini semakin selektif dalam memilih layanan keuangan digital.
“Hasil ini menunjukkan bahwa pengguna kini semakin selektif dalam memilih layanan keuangan digital. Tidak hanya dari sisi layanan keuangan, tetapi juga kemudahan dalam terhubung dengan berbagai kebutuhan bertransaksi sehari-hari menjadi faktor yang diprioritaskan,” ujar Hansal, dikutip Kamis, 14 Mei 2026.
Top Up dan Belanja Online jadi Aktivitas Dominan
Dalam survei tersebut, aktivitas paling dominan dilakukan melalui bank digital yakni pengisian saldo dompet digital dan belanja online.
Hal itu menunjukkan integrasi dengan ekosistem digital seperti e-commerce dan layanan pembayaran lainnya menjadi faktor yang semakin penting dalam mendukung penggunaan bank digital sehari-hari.
Baca juga: Strategi BCA Syariah Gaet Nasabah Baru melalui Layanan Digital
Dari hasil evaluasi terhadap sejumlah aplikasi bank digital, SeaBank menempati posisi teratas dalam mendukung kenyamanan transaksi harian dengan capaian 52 persen pada kategori transfer, pembayaran, dan transaksi daring.
Posisi selanjutnya ditempati Bank Jago sebesar 50 persen, Neobank 49 persen, Allo Bank 40 persen, dan Superbank 39 persen.
Sementara itu, dari sisi integrasi dengan ekosistem digital, SeaBank menjadi pilihan utama responden dengan capaian 50 persen, Bank Jago 46 persen, Superbank 43 persen, Neobank 36 persen, dan Allo Bank 26 persen.
Integrasi Ekosistem jadi Kunci
Selain itu, SeaBank juga mencatat tingkat penggunaan tertinggi untuk pengisian saldo dompet digital sebesar 77 persen, disusul Bank Jago 70 persen, Superbank 66 persen, Neobank 65 persen, dan Allo Bank 57 persen.
Sementara untuk kebutuhan belanja online, sebanyak 69 persen responden memilih SeaBank, diikuti Bank Jago 58 persen, Allo Bank 50 persen, Superbank 47 persen, dan Neobank 41 persen.
Hansal menilai integrasi dengan ekosistem digital kini menjadi faktor yang semakin relevan dalam persaingan industri bank digital.
“Pengguna cenderung memilih layanan yang dapat mendukung berbagai aktivitas mereka secara praktis dan terhubung dengan mulus dalam satu platform,” kata dia.
Baca juga: Lampaui Rata-rata Industri, Kredit Bank Jago Tumbuh 24 Persen di Kuartal I 2026
Menurut Hansal, ke depan pemain bank digital tidak hanya dituntut menghadirkan layanan yang cepat dan mudah digunakan, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman yang seamless dan terintegrasi dengan berbagai aktivitas digital masyarakat.
Tidak hanya itu, penggunaan pada belanja online juga menjadi pertimbangan bagi pengguna, sebanyak 69 persen memilih SeaBank sebagai bank digital mereka untuk mendukung belanja online, disusul oleh Bank Jago (58 persen), Allo Bank (50 persen), Superbank (47 persen), dan Neobank (41 persen).
Dalam dua kategori ini, mencerminkan bahwa peran bank digital kini semakin digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi harian yang terhubung dengan ekosistem digital.
“Integrasi dengan ekosistem digital menjadi salah satu faktor yang semakin relevan. Pengguna cenderung memilih layanan yang dapat mendukung berbagai aktivitas mereka secara praktis dan terhubung dengan mulus dalam satu platform,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


