Poin Penting
- Kinerja usaha tetap positif pada kuartal I 2026 dengan SBT 10,11 persen, meski lebih rendah dari 10,61 persen pada kuartal IV 2025
- Permintaan musiman dan produksi meningkat, didorong momentum HBKN (Imlek, Nyepi, Ramadan, Idulfitri) serta musim panen
- Kondisi keuangan usaha masih baik, dengan likuiditas dan rentabilitas tetap positif serta akses kredit makin mudah; kinerja usaha diproyeksikan meningkat pada kuartal II 2026 dengan SBT 14,80 persen.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I 2026 terjaga. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen, meski lebih rendah dari 10,61 persen pada kuartal IV 2025.
Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) menyebutkan, kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU) tercatat positif, bersumber dari LU jasa keuangan dengan SBT 1,94 persen, LU pertanian, kehutanan, dan perikanan SBT 1,54 persen, LU industri pengolahan SBT 1,46 persen, serta LU perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan motor SBT 1,24 persen.
“Perkembangan ini sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di kuartal I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H, serta dimulainya musim panen pada komoditas pertanian,” tulis laporan tersebut, Jumat, 17 April 2026.
Baca juga: Masyarakat Kelas Menengah Makin Selektif Belanja Meski Daya Beli Terjaga, Ini Buktinya
Selain itu, kapasitas produksi terpakai pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 73,33 persen, meningkat dibandingkan dengan kuartal IV 2025 sebesar 73,15 persen. Kenaikan kapasitas produksi ditopang oleh LU pertanian, kehutanan, dan perikanan serta LU industri pengolahan.
Sementara itu, keuangan dunia usaha dalam kondisi baik pada aspek likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang lebih mudah.
Responden menilai likuiditas perusahaan masih dalam kondisi baik pada kuartaI 2026. Hal ini tecermin dari Saldo Bersih (SB) Likuiditas kuartal I 2026 sebesar 17,05 persen, meski lebih rendah dibandingkan SB 18,72 persen pada kuartal IV 2025.
Kemudian, kondisi rentabilitas atau kemampuan perusahaan untuk mencetak laba juga terindikasi masih dalam kondisi baik pada kuartal I 2026. Hal ini tecermin dari SB Indikator Rentabilitas sebesar 14,87 persen, meski lebih rendah dari SB 16,51 persen pada triwulan sebelumnya.
“Persentase responden yang menjawab kondisi rentabilitas pada kuartal I 2026 “lebih baik” sebanyak 24,04 persen menurun dibandingkan 25,90 persen pada triwulan sebelumnya,” tulis laporan.
Baca juga: Mandiri Institute: Kelas Menengah Jadi Penggerak Konsumsi di Ramadan dan Lebaran 2026
Responden menilai akses kredit perbankan pada kuartal I 2026 lebih mudah. Hal ini tecermin dari SB akses kredit sebesar 4,84 persen pada kuartal I 2026, lebih tinggi dibandingkan SB 2,93 persen pada kuartal IV 2025. Persentase responden yang menjawab “lebih mudah” sebesar 8,77 persen, meningkat dibandingkan 6,57 persen pada triwulan sebelumnya.
Adapun responden memprakirakan kegiatan usaha pada kuartal II 2026 meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen. peningkatan kegiatan usaha diprakirakan terutama bersumber dari LU pertanian, kehutanan, dan perikanan sejalan dengan berlanjutnya musim panen komoditas pangan, LU pertambangan dan penggalian didukung penurunan curah hujan sehingga mendorong aktivitas pertambangan, serta LU konstruksi seiring dengan dimulainya pengerjaan sejumlah proyek. (*)
Editor: Galih Pratama







