Sun Life; Tetap optimis. (Foto: Erman)
Sampai dengan kuartal II-2015, total dana kelolaan Sun Life tercatat senilai Rp6,15 triliun. Ke mana saja dana tersebut diinvestasikan? Dwitya Putra
Jakarta–PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) masih optimis tahun depan kondisi market akan mulai bagus, seiring mulai berjalannya proyek-proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah.
Head of Investment Sun Life and Financial Group Indonesia, Yudhistira Susanto mengungkapkan, melihat hal tersebut pihaknyapun tidak akan merubah portofolio investasi.
Ia mengatakan, pola investasi yang akan dijalankan pihaknya tetap sama, dimana saham masih akan jadi mayoritas investasi dari seluruh total dana kelolaan. Selain itu ada obligasi dan deposito.
“Investasi saham secara keseluruhan masih mayoritas, atau di atas 50%,” kata Yudhistira di Jakarta, Selasa, 29 September 2015.
Sampai dengan kuartal II-2015, total dana kelolaan Sun Life tercatat senilai Rp6,15 triliun. Untuk investasi kata Yudhistira pihaknya sangat ketat menyeleksi sektor mana saja yang dituju, seperti kontruksi, infrastruktur dan perbankan.
Ia percaya dengan perccepatan penyerapan anggaran, tahun depan akan lebih cepat pemulihannya.
“Kita sudah screning, perusahaan-perusahaan apa saja yang bagus untuk di investasikan. Jadi tidak akan merubah porsi investasi, tergantung produknya,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Preiden Direktur Sun Life, Elin Waty mengungkapkan saat ini perolehan premi Sun LIfe mayoritas masih disumbangkan oleh unit link dengan prosentase 69%.
Ia optimis, meski kondisi pasar sedang kurang bersahabat produk unit link masih banyak diminati.
“Saya masih yakin pangsa unit link sangat besar dan kita juga tidak melupakan tradisional karena masih ada market-nya,” tambah Elin. (*)
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
View Comments
Pada dasarnya TV komnuitas bisa dibentuk sebagai sarana pengembangan Ilmu pengetahuan & teknologi,sekaligus pengalaman sharing pengetahuan di kalangan Petani & Nelayan .TV Komunitas untuk Petani dan Nelayan bisa mendapat biaya dari sponsor prospektif antara lain Pabrik Pupuk,Partai Pemilu yang concern terhadap Petani dan Nelayan dan pastinya Pemerintah yatu departemen Pertanian danDepartemen Kelautan.Pengembangan TV komnuitas Nelayan dan Petani ke depannya berupa program hiburan, Program Sharing Pengalamandari pekerjaan sehari-hari, Program Ekonomi Kerakyatan dan juga kalau di dalamnya ada unsur pengembangan Islampasti juga harus ada program rohani keagamaan. Program Rohani Keagamaan bisa mendapat prospektif sponsor keHarian Umum Republika maupun Dompet Dhuafa sebagai pengembangan Ekonomi Kerakyatan.Saya yakin bahwa perkembangan TV komnuitas Nelayan dan Petani sangat prospektif untuk dikembangkan karenatarket audience yang jelas dan tepat sasaran. Selain itu bisa menjadi TV percontohan yang mengembangkanekonomi kerakyatan dan pastinya banyak sponsor yang mau turut serta mengembangkannya.