Ilustrasi: Citibank proyeksikan suku bunga The Fed bakal naik di November 2023/istimewa
Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,25 persen, diharap bakal ikut mendongkrak permintaan (demand) kredit di sektor riil yang sampai saat ini terbilang masih lambat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ekonom PT Bank Permata, Josua Pardede kepada Infobank, di Jakarta, Senin, 25 Septeber 2017. Menurutnya, kendati sektor riil masih mengalami konsolidasi, namun ekonomi domestik mulai menunjukkan pemulihan meskipun sedikit gradual.
“Transmisi kebijakan moneter ini diharapkan dapat mendorong permintaan kredit sektor riil yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi pada akhirnya,” ujarnya.
Sebagai informasi, Bank Sentral telah menurunkan suku bunga acuannya sebanyak 175 bps sejak awal 2016 sampai dengan September 2017. Keputusan BI untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya diharap dapat segera direspon perbankan untuk segera ikut menurunkan suku bunga kreditnya.
“Transmisi kebijakan moneter ini yang pada akhirnya mempengaruhi suku bunga kredit. Namun, penurunan suku bunga juga masih dipengaruhi overhead margin cost perbankan serta risk premium yanf dipengaruhi oleh tinggi/rendahnya risiko kredit,” ucap Josua. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More