Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda bank-bank di Eropa telah melipir sampai ke tanah air. Menurut data Biro Riset Infobank, sepanjang 2014 hingga 2018 terjadi pengurangan tenaga kerja di 114 bank umum sebesar 38.831 dan sampai akhir 2019 jumlahnya bisa melebihi 40.000 orang.
Para bankir di dunia termasuk di Indonesia memang sedang mengarungi masa ujian sejak lima tahun terakhir. Seperti hasil survei McKinsey & Co, lebih dari setengah bank di dunia terlalu lemah untuk bertahan dalam kondisi ekonomi yang cenderung melambat.
Kendati perbankan Indonesia dinilai cukup baik, tapi banyak bank tertekan oleh lemahnya perekonomian yang mempengaruhi pertumbuhan kredit dan kualitas aset serta pendapatan perbankan.
Bank-bank harus melakukan restrukturisasi untuk memperbaiki kualitas aset produktif yang menurun termasuk melakukan pemangkasan biaya untuk meningkatkan efisiensi untuk mencetak profit dengan cara mengurangi jaringan kantor dan jumlah pegawai.
Di sisi lain, bank-bank yang harus melakukan transformasi digital makin membutuhkan tenaga-tenaga yang menguasai bidang teknologi dan digital. Bank mana paling banyak melakukan PHK dan berapa kenaikan gaji di perbankan? Baca ulasan selengkapnya di Majalah Infobank Nomor 499 November 2019. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More