Sudah 31,15% dari Target, KUR BRI Capai Rp37,4 Triliun

Sudah 31,15% dari Target, KUR BRI Capai Rp37,4 Triliun

BRI Bisa Sumbang 0,34% Pada Pertumbuhan Ekonomi
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menyalurkan pembiayaan terhadap pelaku UMKM di Indonesia. Salah satu upaya perseroan yakni melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dimana hingga akhir Maret 2020 tercatat Bank BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp37,4 triliun kepada 1,3 juta pelaku UMKM.

Corporate Secretary BRI Amam Sukriyanto menyebutkan, angka ini setara dengan 31,15% dari target penyaluran KUR BRI yang di-breakdown oleh Pemerintah di tahun 2020 sebesar Rp120,2 triliun. Bank BRI pun terus fokus menyalurkan KUR ke sektor produksi, dimana penyalurannya mencapai 58,68% dari total penyaluran KUR BRI di akhir Maret 2020.

“Apabila dirinci, penyaluran tersebut terbagi dari KUR Mikro sebesar Rp33,8 trilliun, KUR Kecil sebesar Rp3,5 triliun dan KUR TKI sebesar Rp30 miliar,” imbuh Amam melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu 15 April 2020.

Sebagai upaya tetap tumbuh positif di tengah pandemi COVID-19, BI juga telah menyusun strategi untuk selective growth. Pertama, BRI melakukan clustering sektor ekonomi dan wilayah terdampak sehingga bisa meminimalisir risiko yang muncul. Kemudian secara intensif BRI melakukan program relaksasi pinjaman bagi pengusaha yang terdampak COVID-19 serta melakukan pendampingan dan pelatihan secara virtual bagi pelaku UMKM.

Salah satu faktor utama lain yang menunjang penyaluran KUR BRI yakni saat ini seluruh aktivitas Relationship Manager / Mantri BRI telah didukung dengan utilisasi aplikasi digital BRI sehingga proses penyaluran kredit berjalan normal meskipun terdapat imbauan physical distancing dari pemerintah.

“BRI telah menghadirkan aplikasi yang bisa mempercepat proses pengajuan pinjaman dan penyaluran kredit mikro yakni BRISPOT. Aplikasi khusus ini menjadi tools bagi para Mantri BRI guna menciptakan fleksibilitas dan efektifitas, sehingga proses kredit bisa dilakukan secara digital dengan lebih cepat di tengah himbauan work from home dan physical distancing,” pungkas Amam. (*)

Editor: Rezkiana Np

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]