Strategi MNC Life Jaga Pertumbuhan Bisnis di Tengah Gejolak IHSG

Strategi MNC Life Jaga Pertumbuhan Bisnis di Tengah Gejolak IHSG

Poin Penting

  • Premi MNC Life tumbuh sehat sepanjang 2025, didorong kontribusi premi baru dan premi lanjutan, terutama dari produk tradisional seperti asuransi jiwa kredit.
  • Strategi bisnis difokuskan pada segmen B2B, dengan unitlink tetap dikelola secara selektif dan bukan menjadi mesin utama pertumbuhan.
  • Portofolio investasi relatif terjaga, dengan komposisi defensif yang didominasi Surat Utang Negara dan instrumen pasar uang serta didukung strategi asset-liability matching (ALM).

Jakarta – Di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan dinamika industri asuransi jiwa, MNC Life mencatatkan kinerja premi yang terus bertumbuh sepanjang 2025.

Perusahaan memilih strategi ekspansi yang terukur dengan fokus pada bisnis berbasis Business-to-Business (B2B) dan penguatan portofolio produk tradisional.

Managing Director MNC Insurance Business Group & Presiden Direktur MNC Life, Risye Dillianti, mengatakan pertumbuhan premi tahun lalu menunjukkan tren yang sehat baik dari sisi premi baru maupun premi lanjutan. Kontributor utama berasal dari lini tradisional, khususnya asuransi jiwa kredit.

“Sepanjang tahun 2025, kinerja premi MNC Life menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik dan sehat, baik dari sisi premi baru maupun premi lanjutan. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kontribusi premi baru, khususnya dari produk tradisional seperti asuransi jiwa kredit,” ujarnya kepada Infobanknews, Senin (9/3).

Baca juga: Produksi Migas Digenjot, Industri Asuransi Siap Tangkap Peluang Baru di Sektor Energi

Berbeda dengan sebagian pelaku industri yang masih mengandalkan produk berbasis investasi, MNC Life menempatkan unitlink secara lebih selektif. Produk tersebut tetap dikelola, namun bukan menjadi mesin utama pertumbuhan.

“Premi regular dan premi lanjutan pada produk berbasis investasi seperti unitlink walau bukan merupakan produk favorit kami, namun tetap dikelola secara selektif. Pendekatan ini dilakukan sesuai dengan strategi perusahaan yang fokus kepada B2B,” jelas Risye.

Dari sisi investasi, tekanan pasar saham disebut belum berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan. Hingga akhir 2025, portofolio saham relatif terjaga berkat kebijakan investasi yang disiplin dan terdiversifikasi. Memasuki Januari 2026, dampak koreksi pasar masih berada dalam batas toleransi risiko internal perusahaan.

Baca juga: Rencana Merger Bank Nobu dan MNC Bank Resmi Batal

“Hingga akhir tahun 2025, kinerja portofolio saham perusahaan relatif terjaga. Dampak koreksi pasar masih berada dalam batas toleransi risiko yang ditetapkan melalui kebijakan investasi internal dan prinsip pengelolaan risiko yang prudent,” tegas Risye.

Dengan komposisi investasi yang didominasi Surat Utang Negara dan instrumen pasar uang, MNC Life saat ini berada pada posisi yang cenderung defensif.

Strategi asset-liability matching (ALM) tetap menjadi pijakan utama untuk menjaga stabilitas nilai aset dan tingkat solvabilitas di tengah ketidakpastian pasar. (*) Alfi Salima Puteri

Netizen +62