Perbankan

Strategi BRI Tumbuh Secara Berkelanjutan Bersama UMKM

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai salah satu agen pembangunan Tanah Air terus memberdayakan dan mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas.

Hal ini tercermin dari penyaluran kredit UMKM yang tumbuh sebesar 11,01 persen secara tahunan (yoy) di kuartal III 2023 menjadi Rp1.038,90 triliun, dimana memiliki porsi terhadap total kredit BRI mencapai 83,06 persen yang sebesar Rp1.250,72 triliun.

Direktur Utama BRI, Sunarso menyebutkan bahwa untuk tumbuh secara berkelanjutan BRI memiliki dua strategi utama yakni, pertama adalah menaikkelaskan nasabah eksisting dengan berbagai program-program pemberdayaan dan pendampingan.

Untuk menaikkelaskan nasabah eksisting, BRI memiliki berbagai program pemberdayaan, di antaranya program Desa BRILian, yang telah memiliki 2.843 desa binaan di seluruh Indonesia.

“Desa-desa tersebut mendapatkan berbagai pelatihan dari BRI untuk meningkatkan kapabilitas perangkat desa, pengurus BUMDes dan pelaku UMKM di desa,” ujar Sunarso.

Baca juga: Banyak Bisnis UMKM Tumbang, Ternyata Ini Penyebabnya

Kemudian, Program Klasterku Hidupku, yang mana telah memberdayakan 18.685 klaster usaha di Indonesia. Klaster tersebut telah mendapatkan 1.411 pelatihan dan literasi serta 391 bantuan sarana prasarana produksi. Disamping itu, BRI juga telah memiliki 54 Rumah BUMN, yang menaungi lebih dari 400 ribu pelaku UMKM dan telah melaksanakan lebih dari 11 ribu pelatihan.

Strategi kedua adalah mencari sumber pertumbuhan baru, atau menyasar segmen ultra mikro melalui holding ultra mikro (UMi) bersama PNM dan Pegadaian.

Sunarso menjelaskan, selama 2 tahun terbentuk, holding UMi telah berhasil mengintegrasikan lebih dari 37,3 juta nasabah peminjam, atau tumbuh sekitar 17,3 persen yoy dengan outstanding kredit dan pembiayaan mencapai Rp614,9 triliun, atau tumbuh 9,5 persen secara yoy per September 2023.

“Usaha ultra mikro, yang sebelumnya sulit mendapatkan akses pembiayaan formal karena tidak bankable, dengan kehadiran holding yang terdiri dari BRI, PNM, dan Pegadaian, mendapatkan akses yang jauh lebih mudah terhadap pembiayaan untuk memutar roda usaha mereka,” jelas Sunarso.

UMKM Binaan BRI

Adapun, salah satu UMKM yang bisa naik kelas berkat pemberdayaan dan pendampingan dari BRI adalah Adi Ahmad Nasir, seorang pelaku UMKM dari klaster usaha Kopi Akar Wangi di Kampung Waluran Tonggoh, Desa Sukalaksana, Kec. Samarang, Kab. Garut.

Adi menuturkan peran BRI dalam memberikan dukungan terhadap usahanya sangat besar dalam mengembangkan usaha kopi lokal. Bentuk dukungan dari BRI berupa sarana dan prasarana seperti greenhouse hingga alat-alat dari hulu sampai hilir.

Baca juga: Bos BRI Targetkan Transaksi UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 Tembus Rp1 Triliun

Selain itu, BRI juga memberikan pendampingan dalam pengelolaan hingga pemasaran untuk menjalankan Klaster Usaha Kopi Akar Wangi. Berkat Kini, usaha kopi Adi, tak hanya membuat kopi saja, namun juga telah memiliki sebuah outlet coffee shop modern di Rest Area Parabon.

“Sejak mendapat bantuan dari BRI, usaha kita meningkat. Kita banyak mendapatkan bantuan mulai dari pemasaran, kemasan, label halal dan label lainnya. Alhamdulillah berkat dibantu oleh BRI, kalau dulu hanya dikonsumsi sendiri atau dijual ke kedai, sekarang pemasarannya lebih berkembang. Kalau dulu kita cuma bisa menjual, sekarang kita sudah punya hilirnya, sudah punya alat-alatnya, jadi kita buat coffee shop juga,” ungkap Adi.

Tak hanya itu, peran nyata BRI dalam memberdayakan dan mendampingi masyarakat di Desa Sukalaksana telah berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah banyak dampak untuk kesejahteraan kelompok. Kalau dulu hanya sedikit, sekarang sudah nambah klaster anggota kelompok. Selain itu juga ada peningkatan ekonomi, kalau dulu kita hanya mengelola 10-50 kilogram (kg) saja, sekarang Alhamdulillah sudah bisa 1-2 kuintal,” pungkas Adi. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Juda Agung dan Thomas Djiwandono Dilantik jadi Ex-officio OJK

Poin Penting Juda Agung dan Thomas A.M. Djiwandono resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK… Read More

2 hours ago

Kemenkop Luruskan Isu Bentrokan Desa yang Dikaitkan Kopdes Merah Putih

Poin Penting Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan pembangunan Kopdes Merah Putih hanya di lahan bebas… Read More

2 hours ago

Purbaya Sebut BGN Usul Efisiensi MBG, Bisa Hemat Rp40 Triliun Setahun

Poin Penting BGN mengusulkan efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp40 triliun, yang berasal… Read More

3 hours ago

IHSG Ditutup Menguat 2,75 Persen ke Posisi 7.302

Poin Penting IHSG ditutup di level 7.302,12 atau naik 2,75 persen dari 7.106,83, dengan mayoritas… Read More

3 hours ago

Bukti Potong PPh 21 Pensiun Kini Bisa Diunduh Online, Ini Cara Aksesnya

Poin Penting Bukti potong PPh 21 pensiun kini dapat diunduh secara daring melalui layanan TOOS… Read More

3 hours ago

Hasan Fawzi Kini Resmi Jabat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK

Poin Penting Hasan Fawzi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif… Read More

3 hours ago