Poin Penting
- Halal lifestyle yang kian diminati mendorong bank syariah memperkuat pendekatan berbasis komunitas dan menghadirkan edukasi yang lebih relevan bagi masyarakat
- Bank Mega Syariah menggelar “Di Antara Doa” yang memadukan kajian spiritual dan edukasi kesehatan mental, serta diikuti sekitar 1.500 peserta
- Pendekatan komunitas juga menjadi sarana edukasi perencanaan keuangan, termasuk persiapan haji sejak dini, yang diharapkan memperluas basis nasabah dan ekosistem keuangan syariah.
Jakarta – Perkembangan gaya hidup syariah atau halal lifestyle yang semakin diminati masyarakat turut mengubah cara industri perbankan syariah membangun kedekatan dengan publik. Pendekatan promosi konvensional kini mulai bergeser ke aktivitas yang lebih dekat dengan komunitas dan kebutuhan masyarakat.
Bank syariah pun tidak hanya dituntut menawarkan produk dan layanan keuangan, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi yang relevan dengan perkembangan gaya hidup masyarakat.
Tren tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan PT Bank Mega Syariah melalui kegiatan bertajuk “Di Antara Doa”. Acara yang digelar pada Sabtu (29/8) di Masjid Jami Bintaro Jaya itu mengangkat tema “Allah Menilai Proses, Bukan Hanya Hasil” dan memadukan kajian, diskusi, serta perspektif kesehatan mental.
Baca juga: Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Capai Rp596,7 Miliar di Juli 2026
Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo mengatakan, pertumbuhan industri tidak semata-mata diukur dari pencapaian angka, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Bagi kami, pertumbuhan tidak berhenti pada pencapaian angka-angka kinerja. Pertumbuhan juga harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Melalui ‘Di Antara Doa’, kami ingin menghadirkan ruang yang relevan bagi masyarakat untuk mendapatkan penguatan spiritual sekaligus perspektif yang lebih utuh dalam memaknai doa, ikhtiar, proses, dan hasil dalam kehidupan,” ujar Yuwono dikutip 3 September 2026.
Edukasi Perencanaan Keuangan hingga Haji
Salah satu materi yang turut disampaikan dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan pentingnya mempersiapkan tujuan hidup melalui ikhtiar dan perencanaan yang matang.
Pendekatan itu juga sejalan dengan kampanye GenHajj atau Generasi Haji yang mendorong masyarakat mempersiapkan rencana ibadah haji sejak dini. Perencanaan keuangan menjadi salah satu aspek penting mengingat waktu tunggu keberangkatan haji yang relatif panjang.
Penguatan ekosistem haji tersebut tercermin dari pertumbuhan dana Tabungan Haji Bank Mega Syariah. Hingga Juni 2026, posisi Tabungan Haji tercatat lebih dari Rp336 miliar atau tumbuh sekitar 5,1 persen dibandingkan posisi akhir 2025.
Selain perencanaan ibadah, Bank Mega Syariah juga menjalankan program MeSya Berbagi Berkah bersama CT ARSA Foundation. Program tersebut mengajak masyarakat mengombinasikan kebiasaan menabung dan berinvestasi dengan kegiatan berbagi melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Baca juga: Bank Mega Siap Genjot Bisnis Kartu Kredit Lewat KKI
Strategi Dekat dengan Komunitas
Pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi yang semakin relevan bagi industri perbankan syariah di tengah berkembangnya halal lifestyle. Kehadiran langsung di tengah masyarakat dinilai dapat memperluas pemahaman terhadap keuangan syariah sekaligus membangun kedekatan dengan calon nasabah.
Yuwono mengatakan, pendekatan tersebut ke depan diharapkan dapat memperluas basis nasabah serta mendorong pertumbuhan dana masyarakat dan penggunaan layanan digital secara berkelanjutan.
“Ke depan, pendekatan berbasis komunitas ini diharapkan dapat terus menambah jumlah nasabah baru. Strategi ini juga ditargetkan mampu meningkatkan simpanan dana masyarakat serta penggunaan aplikasi digital Bank Mega Syariah secara berkelanjutan,” pungkas Yuwono.


