KREDIT Tanpa Agunan atau yang biasa dikenal dengan KTA saat ini seperti primadona yang semakin banyak diminati lantaran persyaratannya yang mudah, prosesnya yang cepat dan dana yang dicairkan cukup besar. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bisa memeroleh pinjaman bank ini.
Selain kartu kredit sebagai salah satu syarat utama beberapa bank konvensional, salah satu syarat terpenting adalah status kepegawaian atau besaran pendapatan yang didapat selama satu bulan. Memang sejatinya status kepegawaian tidak termasuk syarat yang tercantum secara eksplisit, melainkan sering kali menjadi acuan bank untuk memberikan pinjaman. Apalagi bila Anda mengajukan pinjaman KTA melalui situs cermati.com yang merupakan salah satu situs penyedia layanan produk keuangan yang terkenal di Indonesia.
Sebagai pegawai Anda dianggap memiliki penghasilan rutin tanpa memiliki risiko yang terlalu berarti, (kecuali Anda terkena Pemutusan Hubungan Karyawan) tidak seperti pengusaha yang justru lebih dipersulit lantaran tingkat pendapatan yang belum pasti, apalagi bagi nasabah yang baru merintis usaha dan penghasilan perbulannya belum pasti. Bank tentu saja tak mau mengambil resiko kredit macet, apa lagi memberikan pinjaman pada seorang pengangguran?
Pada artikel kali ini, Kita akan sedikit banyak mengulas pentingnya status kepegawaian dan besaran pendapatan dalam persyaratan pengajuan kredit tanpa agunan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More
Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More