Nusa Dua–Bank Indonesia (BI) menekankan pentingnya pemahaman dan pengembangan statistik dalam pengambilan kebijakan oleh otoritas. Di bank sentral, misalnya, data statistik yang baik sangat kritikal dalam mendukung analisis kebijakan.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, saat membuka Konferensi Statistik Regional (Regional Statistics Conference- RSC) di Nusa Dua, Bali, Rabu, 22 Maret 2017. Menurutnya, peran statistik sebagai big data perlu ditingkatkan.
Lewat pengembangan kualitas data statistik diyakininya akan sangat membantu mendorong perekonomian sebuah negara. “Ekonomi Indonesia mencatat perbaikan pertumbuhan sebesar 5,02 persen tahun 2016. BI mengharapkan ekonomi akan bertumbuh 5-5,4 persen di 2017,” tuturnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Mengangkat tema ‘Enhancing Statistics, Prospering Human’s Life’, konferensi statistik internasional ini berfokus pada pengembangan statistik untuk mendukung pengambilan kebijakan di berbagai lembaga, yang pada gilirannya dapat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Penyelenggaraan konferensi ini merupakan kerja sama antara Bank Indonesia (BI) dengan International Statistical Institute (ISI), didukung oleh Badan Pusat Statistik, Ikatan Perstatistikan Indonesia dan Forum Masyarakat Statistik. Konferensi berlangsung selama tiga hari dari tanggal 22 sampai dengan 24 Maret 2017.
Konferensi ini diharapkan dapat mengangkat dan mengkomunikasikan perkembangan metodologi kompilasi statistik, inovasi dan pemanfaatan terkini statistik di kawasan Asia Tenggara khususnya maupun dunia internasional. Pengkinian pemahaman atas best practice dan terobosan baru dalam aplikasi statistik sangat bermanfaat dalam rangka penguatan dasar pengambilan kebijakan yang menyentuh seluruh sektor di masyarakat. (*)




