Poin Penting
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali mengoperasikan layanan KRL di Stasiun Bekasi Timur setelah uji coba berjalan lancar
- Operasional lintas Bekasi–Cikarang kembali normal mulai pukul 14.00, dengan proses pemulihan dilakukan bertahap dan mengutamakan kehati-hatian serta keselamatan
- Pembukaan layanan dilakukan usai insiden kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang menewaskan 14 orang dan melukai 84 lainnya.
Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan bahwa Stasiun Bekasi Timur telah kembali melayani penumpang KRL. Hal ini menyusul uji coba operasional yang telah dilaksanakan dan berjalan dengan lancar.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, usai berbagai tahapan ujicoba tersebut, perjalanan KRL pada lintas Bekasi–Cikarang telah kembali beroperasi mulai pukul 14.00.
Ia memastikan bahwa seluruh tahapan pemulihan layanan dilakukan secara bertahap, terukur, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Baca juga: Fakta-Fakta Insiden KRL-KA Argo Bromo di Bekasi: 14 Meninggal, Prabowo Soroti Lintasan
Anne menegaskan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap proses penanganan dan pemulihan operasional. Seluruh proses telah melalui pemeriksaan menyeluruh guna memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api serta kenyamanan pengguna jasa.
“KAI berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap operasional. Pembukaan kembali layanan di Stasiun Bekasi Timur dilakukan setelah dipastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” ujar Anne, dalam keterangannya, Rabu, 29 April 2026.
Ia bilang, dengan kembali beroperasinya Stasiun Bekasi Timur dan normalnya perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang, diharapkan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar, khususnya bagi pengguna KRL di wilayah Bekasi, Cikarang dan sekitarnya.
Baca juga: Begini Cara Klaim Asuransi Jasa Raharja Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur
“KAI juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian para pelanggan selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung,” tandasnya.
Diketahui, tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, terjadi pada Senin (27/4) malam, antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.
Peristiwa tersebut telah merenggut 14 korban jiwa. Selain itu, sebanyak 84 korban lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan di Bekasi dan sekitarnya. (*)
Editor: Galih Pratama




