Moneter dan Fiskal

Sri Mulyani Sebut Tidak Ada PHK Honorer akibat Efisiensi Anggaran

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan tidak ada Pemutusan Hubungan kerja (PHK) terhadap tenaga honorer akibat efisiensi anggaran yang dilakukan di Kementerian/Lembaga (K/L).

Sri Mulyani menyatakan bahwa langkah efisensi anggaran yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp306,69 triliun tidak akan berdampak pada tenaga honorer.

“Dengan ini disampaikan tidak ada PHK honorer di lingkungan Kementerian/Lembaga. Kami memastikan langkah efisiensi atau rekonstruksi anggaran Kementerian/Lembaga tidak terdampak terhadap tenaga honorer,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kompleks DPR RI, Jumat, 14 Februari 2025.

Baca juga: Efisiensi Anggaran Kementerian/Lembaga Bakal jadi Acuan Penyusunan ABPN 2026

Meskipun demikian, Sri Mulyani menambahkan, pemerintah akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai efisiensi anggaran di Kementerian/Lembaga agar tidak memengaruhi belanja untuk tenaga honorer. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait penelitian tersebut.

“Akan dilakukan penelitian lebih lanjut langkah efisiensi K/L tersebut agar tidak memengaruhi belanja untuk tenaga honorer dan tetap menjalankan sesuai arahan presiden, yaitu pelayanan publik yang baik,” ungkapnya.

Baca juga: Sri Mulyani Tegaskan Beasiswa KIP dan LPDP Tidak Terkena Pemangkasan

Sebagai informasi, kebijakan efisiensi anggaran ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, di mana Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kementerian/Lembaga untuk menghemat anggaran sebesar Rp306,69 triliun.

Kebijakan ini juga diperkuat melalui surat nomor S-37/MK.02/2025 tentang Efisiensi Belanja K/L dalam Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

CIMB Niaga Bidik Transaksi Rp45 Miliar di Cathay Travel Fair 2026

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More

6 mins ago

Gaya Hidup Menggeser Risiko Penyakit ke Usia Muda? Simak Persiapan Menghadapi Risikonya

Jakarta - Banyak orang masih percaya bahwa penyakit kritis hanya untukusia lanjut. Selama tubuh terasa kuat dan aktivitas berjalan normal, risiko kesehatan sering dianggap sebagai kekhawatiran “nanti saja”. Padahal, tren global menunjukan cerita berbeda yang mana penyakit kritis kini juga sering terjadi pada usia produktif.  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 16 September… Read More

20 mins ago

Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More

1 hour ago

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

3 hours ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

4 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

4 hours ago