Moneter dan Fiskal

Sri Mulyani Pastikan Kangaroo Bond Bakal Rilis Perdana Agustus 2025

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah tengah merencanakan penerbitan surat utang atau obligasi dalam mata uang dolar Australia, yakni Kangaroo Bond, pada Agustus 2025.

Sri Mulyani menjelaskan pihaknya sedang melakukan pertemuan dengan investor di Australia sebagai bagian dari persiapan penerbitan Kangaroo Bond. Namun, bendahara negara ini menegaskan bahwa pemerintah tetap akan melakukan asesmen secara hati-hati terhadap kondisi pasar.

“Kami akan melakukan asesmen secara hati-hati terhadap kondisi pasar. Jika kondisinya baik, kami berencana menerbitkannya pada bulan Agustus,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) triwulan II 2025, dikutip, Selasa, 29 Juli 2025.

Baca juga: Sri Mulyani Bocorkan Sektor yang “Kecipratan” Untung dari Tarif Trump 19 Persen

Adapun penerbitan Kangaroo Bond merupakan salah satu hasil penguatan kerja sama bilateral usai pertemuan Sri Mulyani dengan Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers di sela Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G-20 di Afrika Selatan.

Sri Mulyani menyebut, kedua pihak berkomitmen untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Australia, salah satunya melalui diversifikasi pembiayaan dengan penerbitan Kangaroo Bond.

“Mengenai ukuran dan lainnya, ditunggu sampai keputusan dilakukan,” tegasnya.

Rencana Penerbitan Dim Sum Bond

Selain Kangaroo Bond, pemerintah juga berencana menerbitkan Dim Sum Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan China.

Sri Mulyani menyatakan pendekatan yang digunakan akan serupa, namun belum bisa memberikan kepastian karena penerbitannya masih akan mempertimbangkan kondisi fiskal nasional pada kuartal III dan IV 2025.

“Penerbitan direncanakan tahun 2025 dan tetap mengikuti strategi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2025. Tentu kita akan terus mencermati perkembangan penerimaan, belanja, serta kondisi di kuartal III dan IV. Karena ini semester kedua, maka kami akan mempertimbangkan secara menyeluruh,” bebernya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

3 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

7 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

7 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

7 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

7 hours ago

Rosan: Ekonomi Syariah Jadi Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Tensi Geopolitik

Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More

8 hours ago