Menkeu Sri Mulyani beberkan realisasi anggaran Pemilu 2024/istimewa
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan dampak dari kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berpotensi memengaruhi perekonomian dunia.
Beberapa kebijakan Trump yang disorot antara lain pengenaan tarif impor untuk Tiongkok, Kanada, dan Meksiko, serta tarif sebesar 25 persen untuk impor aluminium dan baja dari seluruh negara.
Sri Mulyani menyebutkan bahwa kebijakan tersebut dapat berdampak pada rantai pasok global serta prospek ekonomi dunia secara keseluruhan. Hal ini terlihat dari proyeksi lembaga internasional seperti IMF dan OECD yang memperkirakan risiko penurunan ekonomi akibat deglobalisasi dan kebijakan America First yang diusung Trump.
Baca juga: Dikeluhkan Investor, Sri Mulyani Janji Perbaiki Sistem Coretax
“Hal ini menjadi lebih seperti unilateral dan kurang kooperatif, sehingga gangguan dan ketegangan akan terjadi,” ungkap Sri Mulyani dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2025, Selasa, 11 Februari 2025.
Dengan melihat perkembangan tersebut, Sri Mulyani memperkirakan bahwa pada tahun 2025, kinerja ekonomi global akan melemah atau stagnan. Kondisi ini diprediksi berlanjut hingga 2026, sebelum tercapai keseimbangan baru dan hubungan geopolitik yang lebih stabil.
“Inilah saatnya semua pemimpin serta negara harus terus berpikiran terbuka dan juga sangat waspada terhadap arah ekonomi global dan kebijakannya,” jelasnya.
Baca juga: Sri Mulyani Ingatkan Investor Jangan Lupa Bayar Pajak!
Meskipun dihadapkan pada tantangan global, Sri Mulyani menyoroti bahwa tahun 2024 merupakan periode yang berat bagi harga komoditas, yang mengalami pelemahan dan fluktuasi signifikan. Kondisi ini berdampak langsung pada perekonomian Indonesia.
“Tahun lalu sebenarnya merupakan tahun yang paling berat dalam koreksi harga komoditas. Kita dapat melihat bahwa tahun 2024 sebenarnya cukup menegangkan dalam hal dampak harga komoditas ini terhadap ekonomi kita. Kita melihat bahwa ekonomi Indonesia masih terus mampu tampil relatif stabil dan tumbuh tinggi jika dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia,” imbuhnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More