Opini

Spirit Koperasi dengan Peran Penjaminan

oleh Diding S Anwar

 

KETIMPANGAN kesejahteraan dialami banyak masyarakat dunia dan telah menjadi perbincangan para pemimpin negara di dunia. Pemerintah Indonesia pun berusaha mengatasi masalah ketimpangan ekonomi melalui kebijakan fiskal dengan memperbesar belanja infrastruktur dan mengalihkan subsidi energi ke subsidi nonenergi, seperti suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kebijakan makroprudensial bank sentral juga mewajibkan perbankan untuk memiliki portofolio kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar minimal 20% dari total kreditnya pada 2018.

Kebijakan-kebijakan tersebut memiliki tujuan yang jelas, yaitu mendorong perkembangan UMKM yang jumlahnya hampir mencapai 58 juta unit. Kontribusi sektor UMKM memang mencapai 57% terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun, jika menghitung jumlah pelaku UMKM yang mencapai 99,99% dari usaha yang ada di Indonesia, kontribusi setiap pelaku UMKM tersebut sangat kecil. Bandingkan dengan usaha besar yang jumlahnya hanya 0,01% tapi mampu menguasai 43% dari perekonomian.

Begitu juga dengan koperasi sebagai institusi ekonomi rakyat yang kontribusinya terhadap perekonomian masih kecil. Kontribusi koperasi terhadap PDB di Indonesia baru sebesar 3,9%. Menurut data ICA 300 Global List, 48 koperasi terbesar di Prancis memberi kontribusi 16,2% terhadap PDB. Empat koperasi terbesar di Denmark menyumbang 8,2% terhadap PDB. Di Jerman, 26 koperasi terbesar menyumbang 6,07% terhadap PDB. Jepang memiliki induk koperasi terbesar di dunia, yaitu Zen-Noh, yang berhasil memasarkan hasil produksi jutaan anggotanya sekaligus meningkatkan efisiensi di sektor pertanian.

Dari tingkat partisipasi masyarakat Indonesia dalam keanggotaan koperasi pun masih rendah dibandingkan dengan sejumlah negara lain. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, dari jumlah koperasi aktif sebanyak 150.223 pada 2015, anggotanya sebanyak 37,78 juta atau 14% dari jumlah penduduk. Bandingkan dengan Amerika Serikat (AS). AS yang dikenal sebagai negara kapitalis pun, 25% penduduknya adalah anggota koperasi. Di Denmark, 30% penduduknya menjadi anggota koperasi.

Pada peringatan ke-70 tahun Hari Koperasi di Makassar, pada 12 Juli lalu, Presiden Joko Widodo berusaha menggelorakan kembali spirit koperasi sebagai soko guru perekonomian. Presiden menaruh harapan besar kepada koperasi agar bisa menjadi institusi utama dalam kebijakan pemerataan ekonomi. Bahkan, pemerintah akan menyiapkan konsesi lahan hingga 12,7 hektare untuk dikelola koperasi, pelaku UMKM, dan pondok pesantren. Koperasi yang menjalankan kegiatan sebagai lembaga keuangan mikro juga diharapkan bisa menyalurkan KUR. (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2

Paulus Yoga

Recent Posts

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

1 hour ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

2 hours ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

2 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

3 hours ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

3 hours ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

3 hours ago