Solvabilitas dan Profitabilitas Solid, Saham TUGU Jadi Buruan Investor

Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) diketahui memiliki tingkat solvabilitas yang tinggi dibanding dengan kompetitor lainnya. Hal ini mendorong saham TUGU diincar oleh investor lokal maupun asing.

Analis Trimegah Sekuritas, Kharel Devin, menyatakan, tingkat solvabilitas TUGU sangat baik. Hal itu tercermin dari tingkat Risk Based Capital (RBC) per 31 Desember 2023 yang mencapai 530 persen. Di sepanjang tahun 2024 tingkat RBC TUGU juga konsisten di atas 500 persen. Selanjutnya, kewajiban minimum yang ditetapkan oleh regulator hanya 120 persen.

“Posisi RBC TUGU menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan peers. Baik yang berstatus sebagai perusahaan publik maupun yang non-publik yang dilatarbelakangi grup-grup besar,” ucap Kharel dalam keterangannya di Jakarta, 27 Juni 2024.

Berikutnya, Kharel menjelaskan, posisi RBC suatu perusahaan asuransi menjadi salah satu aspek penting. Bukan hanya bagi nasabah tetapi juga investor. Dan posisi RBC yang tinggi mencerminkan tingkat kesehatan keuangan asuransi yang tinggi untuk menyerap berbagai risiko.

“RBC tinggi meningkatkan keyakinan pemegang polis dan aset yang diasuransikan. Hal ini menunjukkan kemampuan yang baik menghadapi berbagai risiko. Mulai dari risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko asuransi dan risiko operasional. Dan ini merupakan metrik keuangan penting yang dilihat investor,” imbuhnya.

Kemudian, tingginya RBC TUGU tersebut juga diakui lembaga rating global AM Best. AM Best mengafirmasi rating A- yang setara dengan AAA untuk lokal selama delapan tahun berturut-turut. Hal ini menunjukkan tingkat keuangan yang solid dan sustainable.

Baca juga : 132 Saham Menguat, IHSG Kembali Dibuka Naik 0,16 Persen

Lebih lanjut, Kharel juga menjelaskan, TUGU berada di level profitabilitas yang unggul dan posisi ekuitas yang besar. Sebagaimana diketahui, posisi ekuitas TUGU berada di posisi Rp6,7 triliun per akhir Desember 2023. Di mana, berdasarkan pencapaian tersebut ekuitas TUGU masuk ke dalam top tiga asuransi umum dengan modal tebal.

Memiliki Modal Tebal dan Konsisten

Sebagai informasi, Anak usaha BUMN PT Pertamina (Persero) ini menjadi salah satu perusahaan asuransi umum yang memiliki modal di atas Rp1 triliun. Berdasarkan riset Infobank, hanya ada 18 dari total lebih dari 70 asuransi umum yang memiliki modal di atas Rp1 triliun.

“Posisi modal TUGU yang besar lebih dari Rp6 triliun sangat cukup menghadapi adanya potensi konsolidasi industri. Ditambah dengan transformasi yang dilakukan perusahaan, diharapkan mampu membuat ROE terus membaik. Seperti yang sudah terjadi dalam tiga tahun terakhir,” ujar Kharel.

Baca juga : Kinerja Makin Moncer, TUGU Siap Geber Bisnis Non-Captive

Dengan posisi solvabilitas yang kuat, serta adanya outlook perbaikan profitabilitas membuat TUGU menjadi salah satu saham yang diincar oleh investor.

Selain itu, terkait dengan jumlah pemegang saham, TUGU tercatat memiliki 7.419 investor per akhir Mei 2024, jumlah investor TUGU itu meningkat sebanyak 951 dari bulan sebelumnya yang mencapai 6.468.

Di sepanjang tahun 2024 berjalan, total aliran dana asing yang masuk ke saham TUGU mencapai Rp6,56 miliar dan menjadi saham asuransi umum paling banyak dikoleksi oleh asing. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

4 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

4 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

4 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

15 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

15 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

16 hours ago