Tahun Ini OJK Didik 100 Emiten Baru Melantai di Bursa
Jakarta – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara mengkritik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait munculnya kasus Allianz.
Menurutnya, kalau saja OJK bisa melakukan pengawasan lebih ketat dan pengaduan nasabah asuransi ditangani lebih cepat, kasus tidak perlu masuk ranah pidana. Karena bila ditelisik, kasus yang menimpa Allianz tersebut merupakan masalah perdata. “Ini jelas merugikan hak konsumen. Pengawasan dari OJK juga lemah,” kata Bhima di Jakarta, Senin, 2 Oktober 2017.
Baca juga: Ini Tanggapan Allianz Terkait Tuduhan Persulit Klaim
Ia sendiri beranggapan sebenarnya kasus Alianz hanya puncak gunung es dari kasus kegagalan klaim asuransi lainnya. Prosedur klaim dibuat sulit sehingga biaya perawatan kesehatan tidak mudah diganti oleh perusahaan asuransi.
Oleh sebab itu lanjutnya, solusi yang harus dilakukan, jika berkaca dari kasus-kasus yang ada saat ini adalah mempercepat proses dibentuknya lembaga penjamin polis, layaknya LPS.
Nantinya seluruh polis asuransi masyarakat dijamin 100 persen oleh lembaga tersebut. Sehingga ke depan bisa menimbulkan rasa aman buat si nasabah. “Jadi tidak ada cerita perusahaan asuransi berusaha menghindari tanggung jawab,” tuturnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More