Pemutusan hubungan kerja dengan JP Morgan memberikan penegasan bahwa pemerintah akan terus melihat rekam jejak, kredibilitas, reputasi, dan jaringan yang dimiliki. Untuk itu, pemerintah tidak akan sembarangan dalam memilih partner yang bisa memperbesar basis bond holder dari Indonesia.
“Mereka harus melakuan dengan prinsip governance yang baik, itu dibutuhkan. Tentu pada saat yang sama, kita harapkan mereka menghormati dan mendukung kebutuhan pemerintah untuk perhatikan negara Indoensia,” kata Sri Mulyani.
(Baca juga: Putus Hubungan dengan JP Morgan, SUN Terancam Lesu)
Terlebih, jelas dia, jika kondisi pasar keuangan saat ini sedang mengalami turbulensi sehingga informasi yang beredar bisa berdampak pada investor. Oleh sebab itu, pemerintah ingin memastikan jika semua partner bisa memberikan kenyamanan bagi pemegang surat utang negara (SUN).
“Kami berusaha agar itu tidak terjadi dan rasionalitas pemegang bond pemerintah tetap terjaga karena mereka mendapatkan informasi yang akurat. Kemarin kami sampaikan tindakan kepada JP Morgan agar menjadi partner yang realible dalam memenuhi pesyaratan sebagai dealer utama,” tegasnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More