Pemutusan hubungan kerja dengan JP Morgan memberikan penegasan bahwa pemerintah akan terus melihat rekam jejak, kredibilitas, reputasi, dan jaringan yang dimiliki. Untuk itu, pemerintah tidak akan sembarangan dalam memilih partner yang bisa memperbesar basis bond holder dari Indonesia.
“Mereka harus melakuan dengan prinsip governance yang baik, itu dibutuhkan. Tentu pada saat yang sama, kita harapkan mereka menghormati dan mendukung kebutuhan pemerintah untuk perhatikan negara Indoensia,” kata Sri Mulyani.
(Baca juga: Putus Hubungan dengan JP Morgan, SUN Terancam Lesu)
Terlebih, jelas dia, jika kondisi pasar keuangan saat ini sedang mengalami turbulensi sehingga informasi yang beredar bisa berdampak pada investor. Oleh sebab itu, pemerintah ingin memastikan jika semua partner bisa memberikan kenyamanan bagi pemegang surat utang negara (SUN).
“Kami berusaha agar itu tidak terjadi dan rasionalitas pemegang bond pemerintah tetap terjaga karena mereka mendapatkan informasi yang akurat. Kemarin kami sampaikan tindakan kepada JP Morgan agar menjadi partner yang realible dalam memenuhi pesyaratan sebagai dealer utama,” tegasnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More
Poin Penting Bareskrim geledah PT Shinhan Sekuritas Indonesia terkait pengembangan kasus dugaan tindak pidana pasar… Read More
Poin Penting PT Gozco Capital membeli 164 juta saham Bank Neo Commerce senilai Rp59,7 miliar,… Read More
Poin Penting OJK dan BEI resmi mensosialisasikan rencana kenaikan free float dari 7,5 persen menjadi… Read More
Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More