Bandung — PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau yang lebih dikenal dengan SMF berupaya meningkatan kapasitas penyaluran KPR untuk mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Pemerintah. Untuk itu perseroan menerbitkan surat utang senilai Rp1 Triliun.
Direktur SMF Heliantopo mengatakan, bahwa untuk mendukung ketersediaan dana jangka panjang dalam hal pembiayaan KPR, SMF telah melakukan penerbitan obligasi senilai Rp1 triliun dengan rating IdAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Obligasi Berkelanjutan IV tahap II Tahun 2017 dengan tingkat bunga tetap tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan IV SMF dengan target dana yang dihimpun senilai Rp12 triliun.
“Penerbitan obligasi merupakan upaya dari SMF dalam memenuhi perannya sebagai penyedia likuiditas jangka panjang bagi penyalur KPR. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan SMF untuk ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” jelas Heliantopo. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Adapun Obligasi yang terbitkan tersebut terdiri dari dua seri, yaitu Seri A dengan jumlah obligasi yang ditawarkan sebesar Rp327 miliar, dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,25 persen, dengan jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi. Sedangkan untuk Seri B jumlah obligasi yang ditawarkan sebesar Rp673 miliar, dengan tingkat bunga 7,25 persen dengan jangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi.
Melalui kegiatan sekuritisasi dan penyaluran pinjaman tersebut, sejak awal berdiri, SMF telah mengalirkan dana dari pasar modal ke Penyalur KPR sampai dengan Juni 2017 kumulatif mencapai Rp32,64 triliun, terdiri dari penyaluran pinjaman sebesar Rp24,48 triliun, dan sekuritisasi sebesar Rp8,15 triliun.
Dari seluruh dana yang dialirkan tersebut, telah membiayai kurang lebih 631.810 ribu debitur KPR untuk 631.810 ribu rumah dari Aceh sampai Papua. (*)


