Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengungkapkan, langkah restrukturisasi AJB Bumiputera yang akan dilakukan, bertujuan untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan yang saat ini masih dalam pembahasan antara pengelola statuter dan calon investor. Menurutnya, akan ada beberapa skenario lagi untuk upaya penyelamatan AJB Bumiputera.
“Semuanya kan masih dalam pembahasan antara pengelola statuter dengan yang sekarang mengelola Bumiputera dengan calon investornya. Itu sekarang masih beberapa perubahan skenario dari perubahan skenario yang dulu pernah ada. Tapi melihat sekarang tentu ada perubahan, tunggu sajalah,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 13 Desember 2016.
(Baca juga: OJK Ganti Pengurus AJB Bumiputera)
Kendati demikian, OJK sendiri masih terus membahas terkait restrukturisasi AJB Bumiputera. Pihaknya belum bisa menentukan sikap, apakah mau sekaligus dilakukan restrukturisasi AJB Bumiputera atau dilakukan secara bertahap. Dia menambahkan, pengelola statuter yang ditunjuk OJK akan menjalankan perannya, di mana kesepakatan antara calon investor dengan pengelola statuter masih dinanti.
“Ini masih dalam pembahasan, jadi polanya mana yang akan dipakai apakah mau sekaligus dilakukan restrukturisasi Bumiputera apakah secara bertahap. Itu masih dalam pembasahan, saya pun harus masih rapat dengan mereka. Restrukturisasi bertahap itu masih hitung-hitungan kok, masih berubah. Jadi belum ada yang pasti benar,” tegasnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More