Sinergi KB Financial Group, KB Bank Bidik Ekosistem Bisnis Korea di RI

Sinergi KB Financial Group, KB Bank Bidik Ekosistem Bisnis Korea di RI

Poin Penting

  • PT Bank KB Indonesia Tbk memperkuat sinergi dengan KB Financial Group untuk mendorong bisnis corporate banking di Indonesia.
  • KB Bank membidik ekosistem bisnis Korea, termasuk supplier dan perusahaan menengah, bukan hanya raksasa seperti Hyundai dan Samsung.
  • Strategi difokuskan pada niche market dan peran sebagai penghubung bisnis Indonesia-Korea untuk memperluas pembiayaan dan layanan transaksi.

Jakarta – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) terus memperkuat sinergi dengan induk usahanya, KB Financial Group guna mendorong pertumbuhan bisnis corporate banking di Tanah Air.

Direktur Wholesale KB Bank, Widodo Suryadi, mengatakan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan membuka pintu peluang bagi ekspansi bisnis perseroan, khususnya di segmen wholesale banking.

“Indonesia dan Korea itu mempunyai hubungan yang cukup unik, baik dari sisi budaya maupun perdagangan. Korea juga merupakan salah satu kontributor utama foreign direct investment (FDI) di Indonesia,” ujarnya dalam wawancara khusus bersama tim Infobanknews, Muhammad Ibrahim dan Reggy Prawoso di kantornya di Jakarta, kemarin.

Bidik Koridor Bisnis Indonesia–Korea

Ia menilai, potensi besar dari semakin kuatnya hubungan bilateral kedua negara, termasuk melalui implementasi skema Local Currency Transaction (LCT) yang memungkinkan transaksi langsung antara rupiah dan won Korea.

Baca juga: KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Perseroan pun telah siap memfasilitasi kebutuhan transaksi lintas negara tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat layanan corporate banking.

Selain itu, keberadaan komunitas ekspatriat Korea yang besar di Indonesia juga dinilai menjadi peluang untuk memperluas basis nasabah, baik di segmen korporasi besar maupun menengah.

“Komunitas ekspatriat Korea yang memiliki pengurusan izin tinggal terbatas (KITAS) itu kan merupakan komunitas ekspatriat yang terbesar di Indonesia,” bebernya. 

Diakuinya, selama ini fokus pasar cenderung pada perusahaan besar seperti Hyundai, Samsung, atau SK Group. Padahal, potensi terbesar justru berada pada ekosistem di bawahnya, seperti supplier, distributor, hingga pelaku usaha skala menengah.

“Kalau kami hanya dengan contoh dengan Hyundai, Samsung, itu kan sudah raksasa-raksasa semua itu. Tetapi kalau kita mau, kita bisa lihat supplier atau distributornya. Nah, itu yang kami belum benar-benar gali,” ujarnya.

Ia mencontohkan, banyak perusahaan milik investor Korea di daerah seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta yang bergerak di industri manufaktur seperti wig, bulu mata, hingga perlengkapan olahraga dengan skala bisnis menengah.

Baca juga: KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Segmen ini dinilai memiliki potensi pembiayaan yang menarik, namun belum menjadi fokus utama bank-bank besar.

Strategi Niche Market

Widodo juga mengakui, secara ukuran, KB Bank belum dapat bersaing langsung dengan bank-bank besar nasional. Karena itu, perseroan memilih strategi fokus pada ceruk pasar (niche market).

Menurutnya, industri perbankan di Indonesia masih sangat luas dan tidak mungkin dikuasai oleh satu bank saja.

“Kami harus pintar memilih niche. Ada segmen-segmen yang mungkin dianggap kecil oleh bank besar, tapi justru itu peluang bagi kami,” ujarnya.

Ia menegaskan, melalui dukungan KB Financial Group, KB Bank menargetkan dapat berperan sebagai penghubung (bridge) dalam koridor bisnis Indonesia–Korea.

Strategi ini tidak hanya mencakup pembiayaan, tetapi juga layanan transaksi, pengelolaan kas, hingga integrasi ekosistem bisnis lintas negara.

Dengan pendekatan tersebut, KB Bank berharap dapat memperkuat posisi di segmen corporate banking sekaligus meningkatkan kontribusi bisnis wholesale terhadap portofolio secara keseluruhan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Netizen +62