“Konsumen bisa membayar DP sebesar 15 persen pada program kita di bulan Oktober sampai Desember dan bisa dicicil 24 kali. Yang membuat konsumen menarik adalah mereka bisa cuti bayar karena sisa 85 persen baru akan dibayar 2020. Malah konsumen jika melakukan pelunasan sebelum Januari 2019 akan ada potongan sebesar 5 persen lagi,” imbuh Iskhak.
Mekanisme dan detail program Price Lock yang berlangsung 3 Oktober hingga 31 Desember 2017 secara nasional ini adalah konsumen bisa membayar DP sebesar 15 persen pada Oktober – Desember 2017, yang ini pun bisa dicicil 24 kali. Yang membuat menarik, konsumen akan bisa “cuti bayar” karena sisa 85 persen baru akan dibayar pada Januari 2020. Jika konsumen melakukan pelunasan sebelum Januari 2019, akan ada potongan harga tambahan sebesar 5 persen.
Selain itu, konsumen akan diberikan potongan harga langsung untuk program barang ready stock sebesar 20 persen, jika memilih cara pembayaran hard cash atau melalui KPR Ekspres. Sementrara pada November 2017, program DP 15 persen hanya dapat dicicil 12 kali dan di bulan Desember DP 15 persen ini hanya bisa dicicil 6 kali.
Selain itu, produk ready stock dengan cara bayar dilakukan secara hard cash atau KPR Ekspres juga akan mendapatkan diskon yang menurun menjadi 15 persen. Pada bulan Desember 2017, DP 15 persen hanya dapat dicicil 6 kali. Untuk barang ready stock, apabila memilih cara pembayaran secara hard cash atau KPR Ekspres, diskon menjadi 10 persen. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More