Tips & Trick

Simak! Ini 6 Tips Cerdas Gunakan Kartu Kredit agar Makin Untung dan Cuan

Poin Penting

  • Jika digunakan dengan strategi yang tepat, kartu kredit membantu menjaga likuiditas, memanfaatkan dana bank untuk kebutuhan produktif, dan lebih efisien dibanding tunai atau debit.
  • Poin reward, cicilan 0 persen, promo belanja, serta konsolidasi tagihan dapat memberi penghematan dan keuntungan nyata jika dimanfaatkan secara cermat dan disiplin.
  • Membayar tagihan tepat waktu dan menjaga rasio pemakaian limit ideal (sekitar 30 persen) dapat meningkatkan skor kredit dan memperkuat akses pembiayaan di masa depan.

Jakarta – Di era digital, kartu kredit bukan lagi sekadar alat berutang, melainkan alat manajemen arus kas (cashflow management) yang powerful. Sayangnya, masih banyak yang memandangnya dengan stigma negatif.

Padahal, jika digunakan dengan strategi yang tepat, kartu kredit menawarkan efisiensi finansial yang tidak bisa diberikan oleh uang tunai maupun debit.

Tapi, keuntungan menggunakan kartu kredit tak berhenti sampai di situ saja. Jika cermat memanfaatkan potensinya, kartu kredit bisa memberi banyak keunggulan yang berimbas positif terhadap kondisi keuangan Anda.

Kuncinya bukan pada instrumennya, melainkan pada penggunanya. Kartu kredit memungkinkan Anda memanfaatkan dana bank untuk kebutuhan produktif tanpa mengganggu likuiditas tabungan utama.

Baca juga: Apa Bedanya Kartu Kredit Syariah dan Konvensional? Ini Penjelasannya

Agar status keuangan Anda naik level, berikut adalah 6 strategi cerdas memaksimalkan potensi kartu kredit yang dirangkum dari berbagai sumber:

  1. Kumpulkan Poin Kartu Kredit

Bagi pengguna kartu kredit, Anda pasti menyadari jika setiap transaksi yang diselesaikan dengan layanan tersebut akan memberi poin khusus. Semakin sering bertransaksi menggunakan kartu kredit, poin yang terkumpul juga akan menjadi lebih banyak.

Saat sudah terkumpul hingga jumlah tertentu, poin kartu kredit tersebut nantinya bisa digunakan untuk berbagai macam hadiah menarik, seperti, diskondan voucher belanja.

Walaupun begitu, jangan jadikan mengumpulkan poin tersebut sebagai alasan untuk berlebihan menggunakan kartu kredit. Tetap gunakan layanan tersebut dengan bijak sehingga beban cicilannya tetap mampu dijangkau oleh kondisi keuangan dengan lancar.

  1. Manfaatkan Fasilitas Cicilan 0 Persen

Salah satu fitur terbaik untuk menjaga kesehatan arus kas adalah fasilitas cicilan 0 persen. Alih-alih menguras tabungan dalam satu waktu untuk membeli barang elektronik atau kebutuhan rumah tangga bernominal besar, Anda bisa memecahnya menjadi termin yang lebih ringan (3, 6, atau 12 bulan) tanpa bunga.

Strategi ini membuat likuiditas dana darurat Anda tetap aman, sementara kebutuhan tetap terpenuhi. Namun, pastikan Anda disiplin membayar tagihan bulanan agar fitur ini benar-benar menguntungkan.

  1. Maksimalkan Penawaran Promo

Bank penerbit kartu kredit selalu berlomba memberikan promo, mulai dari Buy 1 Get 1 di restoran, diskon groceries, hingga cashback bahan bakar. Masalahnya, promonya sering kali tersebar dan sulit dilacak.

Di sinilah pentingnya riset. Platform finansial seperti Cermati sangat berguna untuk membantu Anda membandingkan berbagai kartu kredit beserta fitur promonya secara transparan. Dengan mengetahui kartu mana yang paling banyak memberikan promo sesuai kebiasaan belanja Anda, penghematan yang didapat bisa sangat signifikan setiap bulannya.

Terlebih, penawaran promo tersebut tidak hanya berlaku di toko offline ataupun layanan seperti restoran dan supermarket. Di sejumlah e-commerce atau marketplace, Anda juga bisa mendapatkan promo menguntungkan saat memilih layanan kartu kredit sebagai metode pembayaran transaksi. Jadi, jangan ragu untuk memaksimalkan penawaran promo tersebut agar transaksi menjadi lebih menguntungkan.

  1. Konsolidasi Tagihan

Lupakan kerumitan membayar tagihan listrik, air, internet, dan asuransi secara terpisah. Fitur Bill Payment pada kartu kredit memungkinkan Anda menyatukan semua tagihan rutin ke dalam satu pintu pembayaran.

Selain praktis dan anti-telat (menghindari denda), metode ini juga mempercepat pengumpulan point reward Anda. Ini adalah cara termudah mengubah pengeluaran rutin menjadi keuntungan pasif.

  1. Tingkatkan Skor Kredit dengan Bayar Cicilan Tepat Waktu

Banyak yang tidak sadar bahwa riwayat penggunaan kartu kredit tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

Membayar tagihan secara disiplin dan tepat waktu adalah cara termudah dan termurah untuk membangun skor kredit (credit score) yang positif. Skor kredit yang bagus akan menjadi “aset emas” di masa depan ketika Anda ingin mengajukan KPR atau pinjaman modal usaha, karena bank akan menilai Anda sebagai debitur yang bankable dan terpercaya.

  1. Bijak Gunakan Limit Kartu Kredit

Tips menggunakan kartu kredit yang terakhir adalah bijak menggunakan limit yang dimiliki. Limit kartu kredit adalah jumlah saldo maksimal yang bisa digunakan oleh pemilik kartu kredit. Biasanya, jumlah limit tersebut ditentukan oleh kondisi keuangan dan skor kredit pengguna.

Ini adalah rahasia para ahli finansial. Memiliki limit besar bukan berarti Anda harus menghabiskannya. Rumus ideal penggunaan kartu kredit yang sehat adalah menjaga rasio penggunaan di angka 30 persen dari total limit.

Baca juga: Honest dan Bank INA Rilis Tabungan Baru, Terhubung Langsung dengan Kartu Kredit

Misalnya limit Anda Rp10 juta, usahakan tagihan bulanan tidak jauh dari angka Rp3 juta. Menjaga rasio ini tidak hanya membuat beban cicilan ringan, tetapi juga memberikan sinyal positif kepada bank bahwa Anda tidak sedang “haus utang” (credit hungry), yang justru bisa meningkatkan peluang kenaikan limit di masa depan.

Jika digunakan dengan cara yang tepat dan bijak, manfaat kartu kredit tidak hanya membuat aktivitas transaksi lebih mudah dan praktis. Sebelum itu, Anda harus memiliki kartu kredit yang tepat terlebih dahulu. Anda bisa melakukan perbandingan melalui Cermati agar tidak salah pilih kartu. Dengan alat pembayaran yang tepat dan disiplin finansial, kartu kredit akan menjadi partner perjalanan keuangan.

Galih Pratama

Recent Posts

OJK Ungkap Penyebab Asuransi Bencana di RI Masih Rendah

Poin Penting OJK menyebut protection gap asuransi bencana masih lebar akibat rendahnya kesadaran dan kepercayaan… Read More

16 mins ago

IHSG Sesi I Masih Ditutup Merah ke Posisi 7.828, Turun 5,91 Persen

Poin Penting IHSG sesi I turun 5,91 persen ke level 7.828,47 dari posisi pembukaan 8.320,55.… Read More

18 mins ago

Kerawanan Tinggi, Tapi Perlindungan Asuransi Bencana di Indonesia Masih Minim

Poin Penting Indonesia berisiko bencana sangat tinggi, peringkat kedua dunia dengan lebih dari 3.000 kejadian… Read More

27 mins ago

Imbas MSCI, Outflow Investor Asing Tembus Rp6,12 Triliun

Poin Penting Outflow investor asing pada perdagangan 28 Januari 2026 mencapai Rp6,12 triliun, dengan tekanan… Read More

1 hour ago

BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun ke 118 Ribu Debitur hingga 2025

Poin Penting BRI menyalurkan KPR subsidi Rp16,16 triliun hingga akhir 2025 kepada lebih dari 118… Read More

1 hour ago

Riset iCIO Ungkap Dinamika Keputusan Investasi Digital di Level Direksi

Poin Penting Sebanyak 41 persen keputusan investasi IT dipimpin CIO/Technology Leaders, namun keterlibatan CEO dan… Read More

1 hour ago