Jakarta – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar memperkuat daya saing hingga mampu menembus pasar nasional dan ekspor.
Terbaru, Aprindo mengadakan Kelas Online UMKM sebagai rangkaian menyambut Hari Ritel Nasional (HRN) 2025.
Kelas ini dilaksanakan melalui platform edukasi digital Aksesmu dan diikuti lebih dari 1.000 UMKM dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Palu, Bogor, Bandung, Surabaya, Tangerang, serta sejumlah kota di Sumatra dan Kalimantan.
Baca juga: Kredit UMKM Tumbuh Tipis Jadi Rp1.404 Triliun di Juni 2025
Kelas perdana bertema “Mulai Kecil, Pikir Besar: Fondasi UMKM Tangguh” ini menjadi langkah awal untuk membekali pelaku UMKM agar lebih tangguh dan berdaya saing.
Sekretaris Jenderal Aprindo, Wahyudi Hidayat, menyampaikan pentingnya UMKM menjadi bagian dari ekosistem ritel modern dan rantai pasok global.
“Dan ini akan dilakukan pembinaan dan pemberdayaan lanjutan sehingga pelaku UMKM bisa masuk ekosistem retail modern,” jelasnya, dikutip Kamis, 24 Juli 2025.
Baca juga: Aprindo Minta Pemerintah Tanya Industri Terkait Rencana Naiknya UMP
Kelas ini menghadirkan pemateri dari kalangan praktisi dan konsultan. Salah satunya, Mirawati Purnama, Ketua Bidang Education dan People Development Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI).
“Banyak UMKM hanya ikut tren, padahal kunci sukses ada pada pemahaman masalah konsumen yang jujur. Bukan sekadar ikut-ikutan, tapi jadi solusi,” ujarnya.
Mirawati menekankan pentingnya menemukan “AHA Moment” sebagai titik awal menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Ia juga mengulas tahapan penting membangun bisnis, mulai dari ide, prototipe, validasi pasar, penyusunan proposal, tim, pendanaan, hingga peluncuran produk.
Baca juga: Lesunya Kredit UMKM Didominasi Segmen Mikro, Ini Datanya
Sementara itu, Irwan Santowijaya, konsultan bisnis dan ahli ekspor produk lokal, fokus pada pentingnya legalitas usaha.
“Kalau Anda sudah punya izin usaha, sertifikat halal, standar produksi yang bersih dan terukur, itu tanda Anda sudah melangkah dari pedagang menuju pengusaha. Karena pengusaha memikirkan kualitas dan keberlanjutan, bukan hanya jualan cepat,” tegasnya.
Wakil Ketua 2 Panitia HRN 2025, Viendra Primadia, menyampaikan bahwa peserta kelas online berkesempatan tampil dalam berbagai ajang pameran.
Antara lain Asia Fashion Show – Malaysia (25-27 September 2025), Pameran Pangan Nasional (Oktober 2025), hingga Showcase Session di puncak HRN 2025 pada 11 November di Jakarta.
UMKM terpilih akan dikurasi berdasarkan legalitas, kualitas produk, kapasitas produksi, serta konsistensi mengikuti program pembinaan.
Baca juga: Pelaku UMKM Simak! LPS Beberkan Strategi Cegah Risiko Keuangan
Secara keseluruhan, Kelas UMKM Online ini akan digelar dalam tujuh sesi hingga Oktober 2025, dengan tema berbeda pada setiap pertemuan. (*) Ari Astriawan
Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More