Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengaku terus mengembangkan sektor IT dan digital miliknya untuk dapat melayani nasabahnya dengan baik. Oleh karena itu, BRI juga telah menyiapkan capex miliknya di IT kisaran Rp3,7 triliun pada 2020 atau tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank BRI Indra Utoyo di Jakarta, Senin 18 November 2019 mengatakan, Capex IT untuk tahun ini hampir sama dan hanya tumbuh di kisaran 3% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Capex tahun depan itu kira kira hampir mirip, kitakan menjaga di level healty atau hanya naik 3 hingga 4 persen saya rasa dijaga dilevel Rp3,7 triliun paling tumbuh sedikit,” kata Indra
Indra menambahkan, fokus pengembangan IT miliknya pada tahun depan bertumpu pada platform digital banking, big data analytics, serta infrastruktur penunjang layanan bagi nasabah. Tak terkecuali, layanan keamanan data bagi para nasabah yang dinilai sangat penting.
Tak hanya itu, perkembangan fintech juga dirasa sangat penting bagi bank untuk dapat berkolaborasi. Dimana sebelumnya, melaluiBRI Ventures pihaknya terus membangun startup fintech terpilih yang fokus dan kuat pada pembentukan ekosistem.
Bahkan, tak tanggung tanggung BRI sendiri memasang nilai investasi awal melalui BRI Ventures untuk mengembangkan startup fintech terpilih bisa mencapai US$250 juta. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More