Poin Penting
- Kerja sama QRIS antarnegara antara Indonesia dan China ditargetkan mulai diimplementasikan pada bulan depan
- Indonesia telah menggandeng Jepang, Korea Selatan, dan China dalam penguatan konektivitas pembayaran regional
- QRIS antarnegara mendukung integrasi ekonomi digital, dengan capaian 5,9 juta transaksi inbound dan 1,7 juta transaksi outbound.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kerja sama QRIS antarnegara Indonesia dengan China akan mulai diimplementasikan pada bulan depan.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, saat ini Indonesia telah merangkul ASEAN plus three, yakni Jepang, Korea Selatan, dan China dalam kerja sama QRIS antarnegara.
“Jadi saat ini kita sudah merangkul ASEAN plus three, Jepang, Korea Selatan dan mudah-mudahan bulan depan itu kita dengan Tiongkok sudah bisa terhubung juga,” ujar Fili dalam Launching QRIS Cross Border Korea Selatan di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Baca juga: Hore! Warga RI Kini Bisa Belanja di Korea Selatan Pakai QRIS
Fili menyatakan Indonesia telah mencanangkan regional payment connectivity yang akan mendorong integrasi ekonomi dan mengurangi friksi dalam transaksi lintas negara yang selama ini masih relatif tinggi.
“Dengan demikian QRIS antarnegara tidak hanya berperan strategis dalam memperkuat sistem pembayaran lintas negara, Tetapi juga menjadi enabler utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Baca juga: Resmi! Turis Jepang Kini Bisa Bayar Pakai QRIS di Indonesia, Tak Perlu Tukar Uang
Volume Transaksi QRIS
Fili mencatat, hingga saat ini volume transaksi QRIS antarnegara inbound ke Indonesia sudah sebanya 5,9 juta transaksi. Sementara volume transaksi QRIS outbond atau transaksi Indonesia ke negara lain sebanyak 1,7 juta transaksi.
“Capaian ini mencerminkan bahwa QRIS antar negara ini merupakan solusi relevan yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama










