Ilustrasi: Layanan paylater/istimewa.
Jakarta – PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) berencana meluncurkan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau Paylater pada 2025. Produk ini merupakan jenis pembiayaan jangka pendek yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Rencana ini disampaikan langsung oleh Direktur Finance and Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, dalam konferensi pers Sampoerna Fest 2025.
“Untuk Paylater mungkin bertahap ya di tahun ini kita lagi mengembangkan. Sehingga diharapkan Paylater itu akan berjalan di tahun ini. Kita masih dalam progres pengembangan,” ujar Henky kepada media di Jakarta, Jumat, 14 Februari 2025.
Baca juga: Banyak Kasus Terjerat Utang Paylater, Begini Kata OJK
Meski belum mengungkapkan jadwal peluncuran pasti, Henky menegaskan bahwa Bank Sampoerna akan memastikan produk Paylater ini memenuhi standar keamanan, mulai dari aturan, SOP, prosedur, sistem, hingga perlindungan data pengguna.
“Jadi banyak sekali yang harus kita lakukan. Supaya kita harus memastikan masyarakat itu nyaman lah waktu memakainya semuanya,” imbuhnya.
Baca juga: Bank Sampoerna Bidik Pertumbuhan Kredit Dua Digit di 2025, Begini Strateginya
Henky juga mengungkapkan bahwa peluncuran produk Paylater ini merupakan respons terhadap permintaan dari mitra-mitra Bank Sampoerna yang ingin ikut serta dalam produk BNPL, mengingat potensi pasarnya yang besar.
“Sebetulnya request-nya sudah lama. Tetapi kita tidak pernah mau buru-buru lah. Kita melihat situasinya dan kita lihat sikonnya gimana dan akhirnya kita baru memutuskan di tahun kemarin,” ujar Henky. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Program Semarak Berkah Ramadan BAF berlangsung 5 Februari-31 Maret 2026 dengan hadiah utama… Read More
Oleh Wilson Arafat, Bankir senior, Spesialisasi di bidang GRC, ESG, dan Manajemen Transformasi MEMASUKI 2026,… Read More
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More