Jakarta — Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi penerimaan pajak pada tahun ini bakal meleset dari target penerimaan (shortfall) sekitar Rp100 triliun.
Dirinya juga turut khawatir dengan sikap pemerintah yang akhir-akhir ini yang nampak kebingungan dan menyasar berbagai objek pajak, seperti mobil mewah, handphone mewah, dan pekerja seni.
“Shortfall-nya Rp100 triliun sampai Rp200 triliun, realisasi target pajaknya hanya 80 persen,” ungkap Bhima kepada Infobank, Minggu 17 September 2017.
Menurut Bhima, untuk mengejar shortfall pajak sebaiknya pemerintah fokus kepada penindakan perusahaan-perusahaan asing pengemplang pajak. Kemudian, mengevaluasi lagi PPH badan dan PPN yang tidak tercatat transaksi. “Jadi mendorong kepatuhan e-vaktur,” tambahnya.
Menurutnya, yang masih bisa diharapkan ialah dari penarikan PPH migas karena didorong oleh harga minyak yang masih stabil. Kendati demikian, hal tersebut juga tak bisa banyak juga diharapkan lantaran saat ini sudah menjelang akhir tahun. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More
Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More