News Update

ShopBack Dapat Suntikan Dana dari Temasek Rp1,09 Triliun

Jakarta – ShopBack aplikasi cashback dan kurator e-commerce mengumumkan penutupan putaran pendanaan lanjutan yang dipimpin oleh Temasek, dengan partisipasi dari investor sebelumnya termasuk Rakuten, EDBI, EV Growth, Cornerstone Ventures, dan 33 Capital. Tambahan dana ini menghasilkan total pendanaan ShopBack pada putaran ini menjadi US$75 juta atau setara dengan Rp1,09 triliun (kurs 1 USD = 14.632).

CEO dan Co-Founder ShopBack Henry Chan mengatakan, pendanaan terbaru ini akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur teknologi, memperluas kemampuan penganalisaan data guna memberikan insight untuk bisnis baru, serta mendorong pertumbuhan di pasar-pasar utama ShopBack. Hingga saat ini, ShopBack telah meraih total pendanaan senilai US$113 juta sejak didirikan pada 2014.

“Sebagai pelopor di sektor cashback rewards, ShopBack berada di posisi yang bagus dalam mengambil bagian dari ledakan belanja online,” ujar Henry Chan melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat 13 Maret 2020.

Saat ini, ShopBack telah memiliki lebih dari 19 juta pengguna di 7 pasar Asia Pasifik (Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Taiwan dan Australia). ShopBack memberikan pengguna rewards berupa cashback dari berbagai jenis kategori produk, termasuk barang dagangan umum, travel booking, fesyen, kesehatan dan kecantikan, kebutuhan rumah tangga, serta pesan antar makanan.

Di Singapura, ShopBack juga memperluas layanan dengan menghadirkan ShopBack Go, platform rewards berbasis aplikasi yang memberikan cashback/rewards untuk transaksi yang dilakukan secara langsung/di tempat baik di restoran, tempat hiburan, maupun beragam pembelanjaan lainnya.

Tak hanya itu, ShopBack juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi internet Asia Pasifik Ekonomi internet Asia Pasifik akan mencapai US$300 miliar pada 2025, yang seiring dengan pertumbuhan belanja online yang semakin menjadi bagian dari kebutuhan harian masyarakat.

Pada 2019, ShopBack mengalami pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 250% dalam hal penjualan dan order, dengan lebih dari 16 juta order bulanan, dan memberikan lebih dari US$2 miliar penjualan kepada lebih dari 2.500 mitra merchant. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

8 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

8 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

9 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

12 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

13 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

13 hours ago