Keuangan

SG Finance Targetkan Pertumbuhan Bisnis 25 Persen Tahun Ini, Begini Strateginya

Jakarta – PT Sarana Global Finance atau SG Finance percaya diri mampu mencetak kinerja positif sepanjang 2025. Perusahaan pembiayaan ini menargetkan pertumbuhan bisnis hingga 25 persen tahun ini.

Direktur Risk and Compliance SG Finance, Anthony Tampubolon mengakui, target tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang berhasil tumbuh hingga 30 persen.

“Kita tahun ini tuh emang pertumbuhan ada sekitar 15 persen, kita targetnya di angka masih cukup besar sih ya, di atas industri. Kita di 25 persen. (Kalau tahun lalu?) Tahun lalu kita growth 30 persen,” ucap Anthony kepada Infobanknews di Jakarta, 19 Februari 2025.

Baca juga: SG Finance Beberkan Tantangan Penerapan Manajemen Risiko Lewat Teknologi Informasi

Menurutnya, pertumbuhan bisnis yang lebih rendah tersebut disebabkan adanya tantangan dari sisi pergeseran merek komoditas alat berat dari Jepang ke China yang notabene lebih murah, tetapi nilai ataupun harga pasca purna jual, service, dan masa pembiayaannya belum dapat dipastikan.

“Ya contohnya realnya gini, kalau merek Jepang kita yakin dalam tiga tahun jaminan suku cadang dan purna jualnya itu pasti ada. Tapi merek China ini kita ada beberapa yang masih belum yakin dan kita belum tahu nilai sisanya setelah tiga tahun. Jadi nilai sisanya itu kan berhitungan untuk risiko kami. Jadi artinya kalau terjadi suatu risiko nilai recovery kami itu kan tergantung dari nilai sisanya, berarti challenging-nya di situ,” imbuhnya.

Baca juga: Maybank Finance Bidik Pembiayaan Tumbuh 15 Persen di 2025

Untuk mengatasi tantangan tersebut, kata Anthony, SG Finance menerapkan strategi untuk lebih selektif dalam memilih proyek-proyek yang dilakukan oleh calon klien. Jadi, tidak hanya mengedepankan nilai dari pembiayaannya itu sendiri.

“Jadi kita benar-benar harus lihat dia promising nggak. Kalau promising, kalau menurut kita juga sama-sama promising, kita in the same boat yaudah. Jadi sekarang itu kalau saya bilang financing itu bukan sekadar financing tapi udah partnership,” ujar Anthony. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

BI Guyur Insentif KLM Rp427,1 Triliun di Awal Maret, Ini Porsi Himbara-Bank Asing

Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More

6 mins ago

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis… Read More

34 mins ago

Sambut Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Bank Raya Imbau Masyarakat Cermat Bertransaksi

Poin Penting Bank Raya memastikan layanan digital tetap optimal selama libur Hari Raya Nyepi 2026… Read More

55 mins ago

Askrindo Berangkatkan 500 Peserta Mudik Gratis BUMN 2026 dengan Perlindungan Asuransi

Poin Penting PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memberangkatkan 500 peserta dalam Program Mudik Gratis BUMN… Read More

1 hour ago

Setahun Danantara Indonesia, Bank Mandiri Tegaskan Dukungan bagi Pemerataan Pendidikan

Poin Penting Danantara Indonesia genap satu tahun, fokus memperkuat tata kelola dan fondasi pengelolaan aset… Read More

2 hours ago

Resmi! Turis Jepang Kini Bisa Bayar Pakai QRIS di Indonesia, Tak Perlu Tukar Uang

Poin Penting Warga Jepang kini bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di Indonesia setelah izin QRIS… Read More

3 hours ago